Wapres Yakin Jateng Mampu Tuntaskan Angka Kemiskinan

Wapres Ma'ruf Amin
Wapres Ma'ruf Amin memberikan keterangan kepada media terkait percepatan penanganan kemiskinan ekstrem di Jateng, Kamis (7/10).

Semarang, Idola 92,6 FM – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengaku optimistis, Pemprov Jawa Tengah mampu menuntaskan angka kemiskinan hingga akhir tahun. Hal itu ditekankan saat melakukan peninjauan vaksinasi dan memimpin rapat koordinasi di Gradhika Bhakti Praja, Kamis (7/10).

Wapres Ma’ruf Amin mengatakan penanggulangan angka kemiskinan di lima kabupaten di Jateng, bisa segera dituntaskan pada akhir tahun ini. Salah satunya, dengan menggeliatkan potensi UMKM di seluruh Jateng.

Wapres menjelaskan, penuntasan angka kemiskinan di lima daerah prioritas ini bisa segera dituntaskan dengan mengakselerasikan para pelaku UMKM. Termasuk, menggenjot UMKM unggulan yang ada di daerah-daerah sekitar. Misalnya produk gula semut di Kabupaten Banyumas, dan produk sarung goyor dari Pemalang.

Menurutnya, penanggulangan angka kemiskinan bisa dicapai dengan menggunakan pendekatan perlindungan sosial dan pemberdayaan UMKM daerah.

“Target kita 2024 kemiskinan ekstrem di Indonesia sudah nol persen, sesuai dengan arahan bapak presiden. Seluruhnya ada 212 kabupaten yang harus kita selesaikan, dan di 2021 ini 35 kabupaten di tujuh provinsi dan salah satunya di Jawa Tengah di lima kabupaten. Melalui pertemuan ini, kita arahkan adanya sinkronisasi penanganan. Baik anggaran dari pusat, provinsi maupun anggaran dari kabupaten,” kata wapres.

Lebih lanjut wapres menjelaskan, setidaknya ada 212 kabupaten di seluruh Indonesia yang menjadi prioritas penanggulangan kemiskinan hingga 2024 mendatang. Sehingga, dibutuhkan percepatan penanganan angka kemiskinan pada tahun ini di 35 kabupaten dari tujuh provinsi di Indonesia.

“Kita harapkan sinkronisasi penanganan, baik anggaran dari pusat maupun provinsi dan kabupaten. Mungkin juga perlu menggerakkan CSR dan filantropi, termasuk Baznas,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaNaraya Hotel Siap Jaring Wisatawan di Masa New Normal
Artikel selanjutnyaGeliatkan Ekonomi Kerakyatan, BI Luncurkan Pasar Digital

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini