Bagaimana Mengembangkan Pembelajaran Berbudaya Ilmiah di Lingkungan Sekolah?

Scientific
ilustrasi/ISTIMEWA

Semarang, Idola 92.6 FM – Pendidikan di abad 21, menuntut kecakapan siswa pada setidaknya 4 hal. Yakni, Critical Thinking And Problem Solving Skill (Kecakapan Berpikir Kritis dan Memecahkan Masalah), Communication Skill (Kecakapan Berkomunikasi), Creativity And Innovation Skills (Kreativitas Inovasi), dan Collaboration Skills (Kolaborasi).

Dalam upaya mewujudkan kompetensi dan karakter siswa sesuai tuntutan kecakapan di abad 21 tersebut, dinilai bisa dikembangkan melalui pembelajaran berbudaya ilmiah di sekolah. Kegiatan riset dalam pembelajaran ataupun lomba bisa mendorong siswa menjadi pribadi yang berpikir kritis, kreatif, solutif, dan tangguh menghadapi tantangan.

Seiring dengan hal itu, kini ruang bagi guru untuk mengembangkan budaya ilmiah lewat riset makin dibuka dalam Kurikulum Merdeka. Pembelajaran berbasis proyek memberikan kemerdekaan bagi guru untuk mendorong siswa meneliti lingkungan sekitar. Itu bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan, sekaligus membangun karakter siswa.

Scientific
ilustrasi/ISTIMEWA

Hal itu mengemuka dalam webinar, “Guru Seri 3: Mewujudkan Guru dan Peserta Didik Cakap Meneliti dalam Menghadapi Tantangan Global” yang digelar Center for Young Scientists (CYS) Indonesia, Rabu (09/03/2022) lalu.

Maka, ketika kompetensi dan karakter siswa bisa dikembangkan melalui pembelajaran berbudaya ilmiah, sejauh mana kesiapan kita menerapkannya? Sarana dan prasarana apa saja yang perlu disiapkan? Bagaimana dengan kesiapan Guru?

Untuk memperoleh gambaran atas persoalan ini, radio Idola Semarang berdiskusi dengan narasumber, di antaranya: Dr Monika Raharti (Direktur Center for Young Scientist (CYS) Indonesia), Prof Cecep Darmawan (Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, sekaligus pengamat kebijakan pendidikan), Kuncoro Puji Raharjo, MPd. (Ketua Forum Pembimbing Peneliti Belia Indonesia serta guru Kimia dan Kewirausahaan SMA Taruna Nusantara Magelang), dan Gunawan Saptogiri (Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang). (her/yes/ao)

Dengarkan podcast diskusinya:

Artikel sebelumnyaMengenal Bagong Margono, Penggerak Sungai Bersih dari Klaten
Artikel selanjutnyaPeduli Tenaga Medis, JNE Bersama Yayasan Anne Avantie Bagi Seribu Paket Makanan