Mengenal Bagong Margono, Penggerak Sungai Bersih dari Klaten

Bagong Margono
Bagong Margono Penggerak Sungai Bersih dari Desa Karanglo Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten Jawa Tengah. (Photo dok Bagong)

Klaten, Idola 92.6 FM – Hobi bersih-bersih lingkungan yang diajarkan orang tuanya sejak kecil membawa sosok satu ini tergerak mengubah sungai Gejikan yang kotor dan penuh sampah, menjadi cantik dan indah. Kini sungai itu cantik, bersih, dan menjadi lokasi wisata yang Instagramable.

Sosok itu adalah Bagong Margono, penggerak sungai bersih dari Desa Karanglo Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Bagong yang juga seorang kontraktor ini, pantas menyandang pahlawan lingkungan di daerah tempat tinggalnya. Semua berawal dari Sungai Gejikan. Sungai yang mengalir di Desa Karanglo ini, dulunya menjadi sumber pengairan di lahan persawahan. Namun lama-lama, aliran Sungai Gejikan dipenuhi dengan sampah rumah tangga.

Kondisi sungai Gejikan
Kondisi sungai Gejikan di Desa Karanglo Kecamatan Polanharjo, sebelum dibersihkan. Di tangan Bagong Margono, sungai sepanjang kurang lebih 200 meter itu, kini menjadi bersih dan menjadi tempat tujuan wisata. (Photo dok Bagong)

Sekitar empat tahun lalu, Mbah Bagong membuktikan kepada warga dengan mengubah wajah Sungai Gejikan yang kumuh menjadi tempat yang bersih. Bahkan, dia menyulapnya menjadi destinasi wisata bernama Watergong di Klaten.

“Menteri desa datang, bupati datang, pak gub (gubernur Jateng-red) mengatakan sekarang ini menjadi fungsi sekolah sungai di Jateng, studi banding ke tempat Pak Bagong,” tutur Bagong kepada radio Idola (11/03) pagi tadi.

Kondisi sungai Gejikan
Beginilah penampakan sungai Gejikan di Desa Karanglo Kecamatan Polanharjo setelah dibersihkan. Dalam foto: Bagong Margono Penggerak Sungai Bersih sedang memberi makan pada ikan di sungai tersebut. (Photo dok Bagong)

Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Bagong Margono, Penggerak Sungai Bersih dari Desa Karanglo Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten Jawa Tengah. (yes/her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaDirjen Pajak: UU HPP Beri Keadilan ke Wajib Pajak
Artikel selanjutnyaBagaimana Mengembangkan Pembelajaran Berbudaya Ilmiah di Lingkungan Sekolah?