Bantu Pemulihan Ekonomi UMKM, HIPMI Jateng Terus Berkolaborasi dan Bersinergi Dengan Pemerintah

Ketum HIPMI Jateng Billy Dahlan
Ketum HIPMI Jateng Billy Dahlan (tengah) bersama dua caketum yang akan berlaga di Musda XV, Kamis (20/1).

Semarang, Idola 92,6 FM – HIPMI Jawa Tengah terus berupaya membantu pemerintah daerah setempat, untuk membangkitkan dan memulihkan kembali perekonomian pelaku UMKM yang terdampak selama masa pandemi. Yakni, terus berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh stakeholder terkait.

Ketua Umum HIPMI Jateng Billy Dahlan mengatakan pandemi COVID-19 sudah berjalan selama dua tahun ini, dan para pengusaha maupun pengusaha sudah mulai paham terhadap karakter atau perilaku pandemi saat ini. Sehingga, upaya untuk bangkit dan kembali menggeliat terus digelorakan agar roda perekonomian kembali berputar. Pernyataan itu dikatakan menjelang Musda HIPMI Jateng ke-15 di Hotel Dafam Semarang, Kamis (20/1).

Billy menjelaskan, saat ini fokus dari HIPMI Jateng dan para penerus tongkat estafet kepengurusan nantinya bisa memberikan pembinaan dan bimbingan kepada pengusaha pemula atau pelaku UMKM untuk bisa bangkit dan beradaptasi dengan kondisi pandemi COVID-19.

Menurutnya, berbicara tentang pandemi ada beragam tipe pengusaha untuk bisa melalui atau tenggelam karena tidak mampu bertahan.

“Karena di posisi sekarang di masa pandemi ini dan dengan dampaknya di ekonomi yang cukup signifikan, ini banyak yang bingung. Kita masuk mindset mereka, bahwa pandemi ini sudah berjalan dua tahun dan kemudian bisa sampai tiga atau empat tahun hingga lama-lama pandemi surut dengan sendirinya,” kata Billy.

Lebih lanjut Billy menjelaskan, strategi utama bagi para pengusaha untuk bangkit saat ini adalah memiliki tujuan yang lebih jelas atau prioritas usaha.

“Kita siap bantu mereka (pelaku UMKM) dengan network yang HIPMI punyai, supaya orang-orang lebih bisa bersinergi dan berkolaborasi,” jelasnya.

Sementara itu Calon Ketua Umum HIPMI Jateng Wulan Rudi Prasetyo dan Shoraya Lolyta Octavia sependapat, bahwa kolaborasi dan sinergi dibutuhkan untuk membangkitkan pelaku usaha di masa pandemi dan pemulihan ekonomi saat ini. Tidak hanya dengan pemerintah daerah, tapi juga kalangan perbankan dan stakeholder lainnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBBPOM di Semarang Musnahkan Obat Tradisional Berbahaya
Artikel selanjutnyaKenapa Kasus Korupsi Kepala Daerah Seperti Layaknya Arisan?