Belantara Foundation Promosi Forest Restoration Project: SDGs Together di Pameran EcoPro 2022

Kegiatan Belantara Foundation
Kegiatan Belantara Foundation Promosi Forest Restoration Project: SDGs Together di Pameran EcoPro 2022, Jepang. (Photo dok Belantara Foundation)

Jakarta, Idola 92.6 FM – Belantara Foundation berpartisipasi pada Pameran EcoPro 2022 yang digelar di Tokyo Big Sight (Tokyo International Conference Center), East 6 Hall 6-033, Jepang dari tanggal 7 hingga 9 Desember 2022. Tema Pameran EcoPro ke-24 yang diadakan tahun ini yaitu “Tackle Environmental Challenges and Achieve the Sustainable Development Goals (SDGs) for a Sustainable Society”.

Pada kesempatan ini, Belantara Foundation hadir bersama Asia Pulp & Paper Japan Ltd. (APPJ) untuk mempromosikan “Forest Restoration Project: SDGs Together” kepada dunia internasional, khususnya untuk mengajak mitra-mitra APPJ lebih luas lagi dalam upaya pemulihan hutan tropis di Indonesia.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna mengatakan, restorasi ekosistem merupakan salah satu isu global yang penting saat ini. Sidang Majelis Umum PBB telah mendeklarasikan the UN decade on ecosystem restoration untuk menyinergikan upaya restorasi ekosistem secara masif pada ekosistem yang rusak dan terganggu pada periode 2021-2030.

Restorasi ekosistem dianggap sebagai salah satu langkah efektif untuk memitigasi perubahan iklim dan ‘meningkatkan ketahanan pangan, menjaga suplai air serta melindungi keanekaragaman hayati,” kata Dolly dalam siaran persnya kepada radio Idola Semarang, Senin (12/12).

Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen yang serius dalam upaya restorasi ekosistem melalui berbagai regulasi terkait restorasi ekosistem. Salah satunya adalah Peraturan Menteri Kehutanan No. SK.159/Menhut-II/2004 tentang Restorasi di Kawasan Hutan Produksi (IUPHHK Restorasi Ekosistem) untuk mendorong partisipasi sektor swasta dalam pemulihan ekosistem yang telah terdegradasi.

Restorasi ekosistem secara umum akan memengaruhi dan memperbaiki kualitas lingkungan, termasuk kualitas udara, kualitas air, pohon, tanah, serta habitat dan populasi satwa liar. Restorasi juga dapat mengembalikan fungsi pengaturan tata air dan iklim mikro suatu ekosistem. Restorasi ekosistem yang berhasil akan mampu mencegah atau mengurangi berbagai macam risiko kerusakan lingkungan seperti erosi, tanah longsor, tercemarnya sumber air, turunnya muka air tanah, kebakaran lahan, polusi udara dan lain-lain.

“Selain itu, restorasi ekosistem juga perlu memerhatikan dimensi sosial-ekonomi masyarakat. Restorasi ekosistem tidak hanya mengembalikan fungsi ekologis tetapi juga mengembalikan fungsi hutan sebagai sumber mata pencaharian yang berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan tata kelola yang tepat, restorasi ekosistem dapat mendukung pemulihan fungsi hutan sebagai penyedia manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat”, kata Dolly, yang juga pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan.

Kegiatan Belantara Foundation
Kegiatan Belantara Foundation Promosi Forest Restoration Project: SDGs Together di Pameran EcoPro 2022, Jepang. (Photo dok Belantara Foundation)

Belantara Foundation bekerja sama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura, Kelompok Tani Hutan (KTH) Tahura Sultan Syarif Hasyim dan pemangku kepentingan setempat yang didukung oleh APPJ menggagas program bernama “Forest Restoration Project: SDGs Together” di wilayah Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, Riau. Forest Restoration Project: SDGs Together merupakan kegiatan yang dijalankan melalui donasi sebagian hasil penjualan produk yang dibuat oleh produsen kertas Indonesia, APP (termasuk beberapa produk pabrik APP China) kepada Belantara Foundation untuk menanam dan memelihara bibit pohon spesies langka di hutan Sumatra yang telah terdegradasi akibat aktivitas ilegal dan kebakaran hutan. Program donasi ini telah berjalan sejak Agustus 2020.

Kegiatan EcoPro 2022 yang merupakan bagian dari SDGs Week Expo 2022 ini merupakan pameran lingkungan yang komprehensif, yang menggelar informasi terkini tentang teknologi-teknologi masa depan, produk serta layanan, kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility), kebijakan-kebijakan perlindungan lingkungan, kolaborasi pemerintah-akademisi-industri, serta berbagai inisiatif yang dilakukan baik oleh dunia usaha serta organisasi lain dalam upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Dalam pameran terbesar kedua di Jepang ini, Belantara Foundation dan Asia Pulp & Paper Japan Ltd. (APPJ) juga menampilkan produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat pengelola hutan yang merupakan binaan dari Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Atase Kehutanan KBRI Tokyo Jepang, Dr. Zahrul Muttaqin mengatakan bahwa upaya kerja sama antara sektor swasta di Indonesia dan Jepang untuk mendukung program restorasi hutan terdegradasi di Indonesia terutama di Sumatra patut diapresiasi dan ditingkatkan. Dalam hal ini, KBRI Tokyo Jepang melalui Atase Kehutanan siap menjembatani kerja sama tersebut.

“Kami berharap dukungan untuk restorasi hutan terdegradasi di Sumatra, tidak hanya dari kerja sama antar sektor swasta namun juga dapat mendorong kerja sama antar komunitas di Jepang dan Indonesia terutama pelibatan generasi muda di Indonesia dan Jepang. Selain itu, langkah nyata APPJ dengan melibatkan siswa SMA di Jepang patut diapresiasi dan didukung lebih lanjut”, ujar Zahrul. (yes/her)

Artikel sebelumnyaGerah Karena Sampah, Sekolah Sungai Siluk Ubah Perilaku Masyarakat Jadi Sadar Akan Kebersihan Lingkungan
Artikel selanjutnyaGoogle Tunjuk SISJ Bangun Data Sains Terbuka
Editor In Chief Radio Idola Semarang.