BPJS Kesehatan Semarang Kembangkan Program Pasar Johar Untuk Bantu Iuran JKN-KIS

Andi Ashar
Andi Ashar, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang.

Semarang, Idola 92,6 FM – BPJS Kesehatan Cabang Semarang membuat terobosan baru, yakni pembiayaan program JKN-KIS melalui program bank sampah. Inovasi yang diluncurkan itu adalah Pasar Johar, atau Program Sadar Jago Mengelola Sampah Kantor.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Andi Ashar mengatakan pengelolaan program Pasar Johar itu, dijalankan secara kolaboratif dengan Komunitas Rakyat Peduli Lingkungan (Rapel). Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di kantornya, baru-baru ini.

Andi menjelaskan, pengelolaan sampah di kantor BPJS Kesehatan Cabang Semarang itu merupakan potensi yang bisa dikembangkan dan mampu memberikan manfaat lebih. Terutama, dalam upaya membantu kelompok kurang mampu atau penyandang disabilitas membayarkan iuran JKN-KIS.

Menurut Andi, dengan pengelolaan sampah kantor yang bisa dan ramah lingkungan serta berkelanjutan untuk mendaur ulang sampah akan memberikan nilai manfaat dan nilai jual.

“Kita mengembangkan Pasar Johar. Jadi Pasar Johar ini programnya, yakni sadar jago mengolah sampah kantor. Jadi ini sebagai salah satu bentuk crowdfunding, yaitu sampah-sampah kering yang ada di kantor kami ini kita kelola bekerja sama dengan phak ketiga. Pembiayaannya kita gunakan untuk mendaftarkan masyarakat di lingkungan kantor cabang Semarang, dan ini salah satu bentuk kontribusi kantor cabang Semarang dalam program JKN di samping kita ingin menuju growth bussiness,” kata Andi.

Lebih lanjut Andi menjelaskan, sampah yang diolah akan menjadi kawan dan membawa manfaat serta keberkahan. Sebab, BPJS Kesehatan Cabang Semarang juga bisa membantu masyarakat sekitar yang kekurangan.

“Kita juga ada program lain yang tujuannya sama membantu masyarakat, yaitu mengusung Gerakan Kumpulan Donasi Kita Peduli Sesama atau Kota Lama. Lewat gerakan ini, kami menampung donasi untuk nantinya diberikan ke peserta JKN-KIS sebagai iuran kepesertaan,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaHipmi Jateng Gelar Konsolidasi dan Perkuat Pengusaha Muda Bangkit Setelah Pandemi
Artikel selanjutnyaMencermati Polemik Wacana Penundaan Pemilu 2024