Cabit Rawit Jadi Penyumbang Inflasi Desember 2021

Adhi Wiriana
Kepala BPS Jateng Adhi Wiriana memberikan paparan terkait inflasi Desember 2021 melalui kanal YouTube.

Semarang, Idola 92,6 FM – BPS Jawa Tengah mencatat, pada Desember 2021 kemarin terjadi inflasi sebesar 0,64 persen dan semua kota yang dilakukan survei indeks harga mengalami inflasi. Inflasi di Jateng pada Desember 2021, disumbang komoditas cabai rawit.

Kepala BPS Jateng Adhi Wiriana mengatakan penyebab utama inflasi adalah cabai rawit, telur ayam ras dan cabai merah serta minyak goreng dan daging ayam ras. Pernyataan itu dikatakannya secara virtual melalui kanal YouTube BPS Jateng, Senin (3/1).

Adhi menjelaskan, Cilacap dan Kudus mengalami inflasi karena telur ayam ras sebesar 0,16 persen. Sedangkan Purwokerto dan Solo didominasi kenaikan harga cabai rawit, masing-masing sebesar 0,12 persen dan 0,20 persen. Sementara inflasi Kota Semarang karena kenaikan harga cabai merah sebsar 0,10 persen, dan Tegal mengalami inflasi karena kenaikan harga komoditas beras sebesar 0,13 persen

Menurutnya, sepanjang 2021 komoditas yang paling berperan menyumbang inflasi di Jateng adalah minyak goreng. Pada inflasi 2021 dari 1,70 persen, minyak goreng menempati urutan pertama disusul rokok kretek filter.

“Cabai rawit berada pada urutan pertama, yaitu 0,08 persen disusul dengan telur ayam ras juga relatif tinggi 0,0841 persen. Komoditas yang berperan menyumbang inflasi di antaranya cabai merah, daging ayam ras serta minyak goreng. Dari beberapa komoditas penyumbang inflasi tersebut jika dilihat per kota inflasi, kelihatan untuk di Cilacap itu telur ayam ras relatif dominan karena inflasinya 0,16 persen disusul beberapa komoditas lain,” kata Adhi.

Lebih lanjut Adhi menjelaskan, untuk di wilayah Jateng daerah dengan inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Cilacap sebesar 0,82 persen dan terendah adalah Kabupaten Kudus sebesar 0,50 persen. Meskipun Jateng mengalami inflasi karena kenaikan harga komoditas, tetapi ada sejumlah komoditas yang mampu menahan laju inflasi pada Desember 2021.

“Penyumbang deflasi di sejumlah kota di Jateng didominasi buah pepaya dan emas perhiasan serta ikan bandeng,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaDana Desa di Jateng Tidak Terealisasi Optimal Karena Ada Persoalan Hukum
Artikel selanjutnyaPusdatin Kemendikbudristek Siap Dukung SNMPN Tahun 2022

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini