Dua Penyair Perempuan Nepal Residensi di Lucern Swiss

Dua penyair perempuan asal Nepal
Dua penyair perempuan asal Nepal, Yukta Bajracharya dan Ujjwala Maharjan, melakukan residensi di Lucern, Swiss pada Oktober-Desember 2022. (Photo/Sigit Susanto)

Swiss, Idola 92.6 FM – Dua penyair perempuan asal Nepal, Yukta Bajracharya dan Ujjwala Maharjan, melakukan residensi di Lucern, Swiss pada Oktober-Desember 2022. Mereka telah meninggalkan gunung Himalaya yang tingginya mencapai 8000 meter.

Sementara ini, mereka tinggal di sebuah apartemen di Neubad, Lucern. Jika dilihat dari jendela apartemen, bisa dilihat gunung Pilatus bersalju. Dibandingkan dengan gunung Himalaya di negerinya Nepal, maka pilatus hanyalah sebuah bukit kecil.

Pengalaman dari Masa Kecil

Menurut Maharjan, ada perubahan yang menginspirasikan, bahwa lingkungan yang asing itu memperkokoh sebuah persepsi. Ia lanjutkan, dalam mencipta puisi juga dipengaruhi oleh peristiwa di sekitar. Maharjan mengagumi lingkungan yang alami dengan alam, danau dan gunung. Ia sudah melakukan jalan-jalan di Pilatus, cuma untuk berenang sudah dingin.

Ketika dimintai komentarnya tentang orang Swiss, ia sebut, bahwa orang-orang Swiss sangat ramah. Mereka membantu yang kami perlukan, luar biasa. Sejak dari pertama kali datang saya sudah menyimpan kesan seperti itu.

Perihal jenis puisi dari dua penyair asal Nepal ini, yang pasti tak akan ditemukan puisi yang berisi puja-puji yang akan dibacakan di Lucern. Mereka lebih banyak menulis tema puisi dari pengalaman. Misalnya, di zaman mereka masih kecil dan zaman kini–di mana kelompok perempuan masih sering mendapatkan diskriminasi masif. Tetapi mereka meyakini bahwa apa yang mereka alami telah menyusup ke dalam tubuh dan jiwa. Tentu saja pengalaman seperti itu akan mempengaruhi dalam proses berkarya.

Koran Zugerzeitung memuat kisah dua penyair perempuan
Koran Zugerzeitung yang memuat kisah dua penyair perempuan asal Nepal, Yukta Bajracharya dan Ujjwala Maharjan, saat melakukan residensi di Lucern, Swiss. (Photo/Sigit Susanto)

Saat ini, mereka tidak sedang sibuk menulis puisi, melainkan sedang mempersiapkan sebuah proyek sastra yakni sebuah Show-Poesie Baru di Nepal yang akan diselenggarakan dalam tahun ini. Di kamar apartemennya di Lucern, bergantungan beberapa kartu pos dan buku-buku tulis penuh catatan berserakan di meja. Di sini mereka merasa banyak waktu untuk mempersiapkan acara puisi di negerinya sendiri.

Kehadirannya di Lucern juga terinspirasi dari Woerdz-Festival yang diadakan pada akhir Oktober 2022 di Südpol, Lucern. Kedua penyair Nepal ini akan membacakan puisinya di atas panggung. Puisi mereka berkisah tentang perempuan yang sedang melakukan perjalanan. Kebanyakan puisinya akan dibacakan dalam bahasa Inggris dan beberapa diksinya akan tetap dipertahankan memakai bahasa Newari. Sebuah bahasa yang dipakai sekelompok etnis di Nepal.

Ketika kedua penyair Nepal ini mengetahui ada program residensi di Lucern yang dibiayai oleh Pro Helvetia (Sebuah Lembaga Budaya Pemerintah Swiss), maka mereka mencoba melamarnya dan akan hadir di acara ini.

Suasana Kreatif dan Jaringan Komunitas

Kedua penyair berujar, puisi bukanlah sesuatu yang kesepian dan bersembunyi di ruangan kecil. Justru sebaliknya, puisi harus bisa membawa kebersamaan dengan manusia untuk memberikan suara, aneh jika suara itu tak terdengar. Bajracharya menekankan, bahwa bahasa ditemukan untuk dihubungkan dan mengeluarkan kesepian.

Mendirikan Word Warriors

Yukta Bajracharya dan Ujjwala Maharjan belajar sastra, Media dan Budaya di Glasgow, Pennsylvania dan sudah menerbitkan beberapa buku antologi puisi. Pada tahun 2010 mereka bertemu di Kathmandu, kemudian mendirikan Words Warriors.

Dengan komunitas barunya itu mereka akan mensosialisasikan Spoken Word dan Lyric kepada masyarakat. Komunitas Words Warriors telah mengadakan pelatihan penulisan Poesie-Slam dan penulisan kreatif di sekolah-sekolah. (Sumber: Zugerzeitung, Rabu, 14 Desember 2022, diterjemahkan oleh Sigit Susanto. Editor Heri CS)

Artikel sebelumnyaPuncak Penganugerahan Zakat Award 2022
Artikel selanjutnyaRefleksi Bidang Hukum 2022: Adakah Proses dalam Bidang Hukum dalam Setahun Terakhir?
Editor In Chief Radio Idola Semarang.