Elvyn G Masassya Lolos Seleksi tahap I Calon Anggota Dewan Komisioner OJK Periode 2022-2027

Elvyn G Masassya
Elvyn G Masassya. (Photo/Istimewa)

Jakarta, Idola 92.6 FM- Elvyn G Masassya bersama sejumlah orang lolos seleksi tahap I Calon Anggota Dewan Komisioner OJK Periode 2022-2027. Selanjutnya sebanyak 155 nama yang lolos akan mengikuti seleksi tahap II.

Menteri Keuangan sekaligus Ketua Panitia Seleksi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sri Mulyani Indrawati mengumumkan 155 nama calon Dewan Komisioner OJK periode 2022-2027. Nama-nama tersebut telah lolos seleksi tahap I (seleksi administratif) dan akan mengikuti seleksi tahap II.

“Seluruh Calon Anggota DK OJK yang lulus Seleksi Tahap I (Seleksi Administratif) akan mengikuti Seleksi Tahap II (Penilaian Masukan dari Masyarakat, Rekam Jejak, dan Makalah),” tulis Sri Mulyani dalam pengumumannya, Senin (31/1).

Adapun dalam pengumuman seleksi tahap I itu Elvyn G Masassya berada di nomor urut 68. Pekerjaan terakhir, sebagai advisor BPJS Ketenagakerjaan.

Selain Elvyn G Masassya, beberapa nama calon Dewan Komisioner OJK yang lolos juga bukan sosok asing bagi publik. Di antaranya Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, eks Direktur Utama PT Inalum (Persero) Orias Petrus Moedak, hingga mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae.

Sosok Elvyn G Masassya

Elvyn G Masassya
Elvyn G Masassya. (Photo/Istimewa)

Sosok Elvyn G Masassya dikenal sebagai sosok berpengalaman di berbagai perusahaan. Elvyn pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Indonesia Port Corporation) periode 2016-2020 dan juga mantan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan periode 2012-2015. Selain itu ia juga pernah menjabat sebagai Komisaris PT Bank Bali, Direktur PT Bank Permata Tbk, Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Direktur PT Tuban Petrochemical Industries.

Dengan berbagai pengalaman di perbankan, Elvyn dinilai mampu mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat, sebagai salah satu peran OJK. Diketahui Tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk layanan jasa keuangan formal dinilai relatif rendah. OJK mematok inklusi keuangan di Indonesia mencapai 90 persen pada 2024. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan OJK pada 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 38,03 persen dan indeks inklusi keuangan 76,19 persen.

Menurut Sri Mulyani, hasil seleksi tahap II (Penilaian Masukan dari Masyarakat, Rekam Jejak, dan Makalah) akan diumumkan melalui laman seleksi-dkojk.kemenkeu.go.id, www.kemenkeu.go.id, dan www.bi.go.id sesudah tanggal 16 Februari 2022, yaitu setelah berakhirnya periode penyampaian masukan dan/atau informasi dari masyarakat. (her)

Artikel sebelumnyaTingkatkan Literasi Perpajakan, Kanwil DJP Jateng I kukuhkan 316 Relawan
Artikel selanjutnyaBagaimana Mestinya Sejarah Diajarkan?