Inflasi Jateng Hanya 0,01 Persen

Adhi Wiriana
Kepala BPS Jateng Adhi Wiriana menyampaikan hasil survei indeks harga konsumen dan inflasi Jateng secara virtual.

Semarang, Idola 92,6 FM-BPS Jawa Tengah mencatat, provinsi ini mengalami inflasi sebesar 0,01 persen pada Februari 2022. Dari enam kota yang dilakukan survei indeks harga konsumen, lima kota mengalami inflasi dan satu mengalami deflasi.

Kepala BPS Jateng Adhi Wiriana mengatakan inflasi tertinggi terjadi di Kota Surakarta sebesar 0,32 persen dan diikuti Kota Tegal 0,19 persen dan Cilacap 0,07 persen. Sedangkan Purwokerto mengalami inflasi 0,03 persen, dan Kota Semarang mengalami deflasi sebesar -0,08 persen. Pernyataan itu dikatakan melalui kanal YouTube BPS, Selasa (1/3).

Adhi menjelaskan, penyebab utama inflasi di Jateng pada Februari 2022 adalah kenaikan harga mobil dan bawang merah serta cabai merah dan sabun deterjen/cair. Inflasi terjadi akibat kenaikan harga, yang ditunjukkan naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

Menurut Adhi, dari 11 kelompok pengeluaran yang memberikan andil atau sumbangan inflasi adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta kelompok transportasi dan kelompok perlengkapan.

“Kenapa harga mobil terjadi peningkatan, karena pemerintah mencabut diskon terkait dengan PPnBM kepemilikan harga mobil untuk beberapa komoditas mobil. Dan ini menjadikan terjadi inflasi untuk harga mobil sebesar 0,06 persen. Harga bawang merah juga mengalami peningkatan, karena memang saat ini sedang musim hujan dan belum pada musim panen. Dari produsen di Brebes dan sekitarnya terjadi kenaikan harga bawang merah, termasuk juga cabai merah,” kata Adhi.

Lebih lanjut Adhi menjelaskan, dengan laju inflasi Jateng sebesar 0,01 persen maka tingkat inflasi tahun kalender Februari 2022 sebesar 0,44 persen. Sementara tingkat inflasi Februari 2022 terhadap Februari 2021, tercatat sebesar 1,75 persen.

“Meskipun Jawa Tengah mengalami inflasi, namun ada beberapa komoditas yang menahan laju inflasi. Yakni penurunan harga minyak goreng, telur ayam ras dan daging ayam ras dan cabai rawit,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaDishub Jateng Minta Pengusaha Transportasi Paham Aturan ODOL
Artikel selanjutnyaBagaimana Menyikapi Dampak Perang Rusia vs Ukraina Kalau Berlangsung Panjang?