Bagaimana Menyikapi Dampak Perang Rusia vs Ukraina Kalau Berlangsung Panjang?

Rusia vs Ukraina
Ilustrasi/ISTIMEWA

Semarang, Idola 92.6 FM – Setelah berhari-hari menjadi sorotan dunia, serangan Rusia ke Ukraina yang dikhawatirkan akhirnya menjadi kenyataan. Rusia menyerang dari berbagai penjuru mulai dari darat, laut, hingga udara sejak Kamis 24 Februari 2022 hingga kini. Perang pun telah menimbulkan banyak korban jiwa dari kedua belah pihak.

Serangan ini digambarkan sebagai serangan terbesar oleh satu negara ke negara lain di Eropa sejak Perang Dunia II. Invasi Rusia juga dipandang sebagai puncak konflik antara Rusia dan negara-negara Barat yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Banyak pemimpin dunia mengecam aksi serangan Rusia tersebut.

Selain korban jiwa dan porak porandanya daerah peperangan, hal lain yang mencemaskan adalah dampak perang bagi negara-negara sekitar bahkan ekonomi global. Bagi Indonesia, kalangan ekonom memperkirakan, meski tak terlalu berdampak signifikan, konflik Rusia dan Ukraina tetap patut diwaspadai.

Konflik antara Rusia dan Ukraina dikhawatirkan akan merugikan perekonomian global dan mengganggu proses pemulihan ekonomi dunia, termasuk Indonesia—di tengah bangkit di tengah Pandemi Covid-19.

Pasukan Tank Rusia
Pasukan Tank Rusia. (Photo/AFP)

Kita ketahui, perekonomian global telah mengalami tantangan kenaikan harga sebelum terjadi konflik di Ukraina. Ketika konflik terjadi, kemungkinan akan memperparah krisis ekonomi di tingkat global, apalagi jika perang berlangsung lama.

Rusia sebagai salah satu produsen utama minyak dan gas diperkirakan akan memberikan sentimen terhadap pergerakan harga minyak dan gas dunia. Kondisi ini akan mempengaruhi nilai impor migas, apalagi Indonesia merupakan negara net-importir.

Presiden Joko Widodo pun menyebut perang yang terjadi di Ukraina akan menambah ketidakpastian global dan menjadi tantangan baru selain pandemi Covid-19 dan berbagai disrupsi yang terjadi. Oleh karenanya, untuk mengatasinya dibutuhkan kerja mikro selain kerja makro yang terus berjalan.

Lantas, bagaimana menyikapi perang Rusia vs Ukraina, kalau berlangsung panjang? Apa blessing yang tersembunyi di balik ketidakpastian ini?

Untuk memperoleh gambaran atas persoalan ini, radio Idola Semarang berdiskusi dengan narasumber, di antaranya: Yusuf Rendy Manilet (Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia); Dinna Prapto Raharja, Ph.D (Pendiri Synergy Policies & Associate Professor bidang hubungan internasional Universitas Bina Nusantara Jakarta); dan Mahmud Syaltout (Dosen Paramadina Graduate School of Diplomacy). (her/yes/ao)

Dengarkan podcast diskusinya:

Artikel sebelumnyaInflasi Jateng Hanya 0,01 Persen
Artikel selanjutnyaMengenal Inovasi ECG, Alat Monitoring Jantung Jarak Jauh karya Tim ITS Surabaya