Isu Kurangi Emisi Karbon Jadi Bahasan di ETWG G20

Jaringan listrik
Personel PLN memastikan keandalan jaringan listrik selama pelaksanaan G20 di wilayah Jateng-DIY.

Semarang, Idola 92,6 FM – G20 merupakan pertemuan tingkat tinggi antardelegasi negara anggota, dan pertemuan tersebut akan membahas isu penting dunia. Beberapa isu penting yang akan dibahas di antaranya adalah mengurangi emisi karbon, mengentaskan kemiskinan dan bangkit dari pandemi.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi mengatakan rangkaian Presidensi G20 terdapat sidang Energy Transition Working Group (ETWG), yang dihadiri 20 negara anggota G20 dan 10 negara undangan serta delapan organisasi internasional. Para tamu undangan itu datang secara langsung, maupun virtual. Pernyataan itu dikatakannya melalui siaran pers, Senin (21/3).

Agung menjelaskan, pembahasan dalam sidang ETWG-1 meliputi tiga isu prioritas transisi energi. Yakni akses, teknologi dan pendanaan. Transisi energi G20 diluncurkan sebagai bagian Presidensi G20 Indonesia, yang dimulai pada 1 Desember 2021 hingga KTT G20 di November 2022.

Menurutnya, untuk di bidang teknologi akan dibahas upaya peningkatan dan pemanfaatan teknologi guna pembangunan industri bersih dan integrasi energi terbarukan serta efisiensi energi.

“PLN mendapat kepercayaan dari Kementerian ESDM, untuk mendukung gelaran ETWG-1 yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 24-25 Maret 2022. Pada intinya PLN siap untuk mendukung tim Kementerian ESDM, agar Energy Transition Working Group ini baik dari konsep, strategi dan operasionalnya bisa berjalan dengan lancar,” kata Agung.

Lebih lanjut Agung menjelaskan, sebagai dukungan nyata PLN terhadap energi hijau pada ETWG di Yogyakarta direncanakan beberapa acara. Yakni penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) pembangkit energi baru terbarukan (EBT), penandatanganan MoU Green Financing dan penandatanganan pembelian sertifikat EBT atau Renewable Energy Certificate (REC).

“Dan yang paling penting dari sidang tersebut adalah pembahasan rencana, dan desain utama Road to Bali Communique (Komunike Bali) dari berbagai negara G20 untuk transisi energi. Presidensi ini menjadi sangat penting bagi Indonesia sebagai warga global, yang mempunyai peran penting mendukung energi bersih dan iklim dunia,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaEnesis Group Terus Lakukan Inovasi Produk Di Tengah Pandemi
Artikel selanjutnyaKetika Suara Kritis Aktivis Berbuah Kriminalisasi, Apa Implikasinya?