Enesis Group Terus Lakukan Inovasi Produk Di Tengah Pandemi

Semarang, Radio Idola 92,6 FM – Pandemi virus corona yang terjadi dua tahun  terakhir, medorong perusahaan produk kesehatan untuk berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya diterapkan oleh Enesis Group, yang memunculkan produk kesehatan untuk menjadi solusi kebutuhan masyarakat.

Public Relations Officer Enesis Group, Grisella Du’a Duda da Lopez mengatakan, dalam meciptakan inovasi produk, Enesis group selalu melakukan riset terlebih dahulu untuk mengetahui kebutuhan yang cocok dengnan kebutuhan masyarat. Ia mencontohkan munculnya produk antis dengan varian   jasmine tea, yang terinspirasi dengan kebiasaan masyarakat Indonesia.

“Idenya muncul karena orang Indonesia katanya suka cuci tangan pakai teh tawar. Dan bau teh melati itu menjadi khasnya orang Indonesia,” ungkapnya

Selain itu terdapat pula amunizer yang merupakan produk  vitamin dengan kandungan zinc, elderberry,   lonicera,  forsythia,  dan vitamin C 1000mg. Menurutnya lonicera dan forsythia merupakan obat herbal antivirus yang digunakan oleh pemerintah wuhan, China untuk membantu penyembuhan pasien covid-19 selama Ini.

“Herbal lonicera dan forsythia sendiri digunakan oleh pemerintah wuhan  untuk penyembuhan pasien covid-19 ,” ungkapnya

Selain melakukan inovasi produk, enesis group juga melakukan inovasi pelayanan kepada pelanggan melalui home delivery service melalui whatssup. Hal ini karena banyak masyarakat selama pandemi enggan untuk pergi keluar, dan belum banyak yang familiar belanja dengan menggunakan e-commerce.

“Kita hadirkan delivery service melalui WA, dimana bisa pesan hari itu dan besoknya diantar,” ujar Grisella.

Seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan, permintaan untuk produk kesehatan juga meningkat seperti hand sanitizer. Sehingga pihaknya kemudian membuka peluang kerjasama business to business dengan rumah sakit, hotel dan resto.

“Hotel sekarang kan harus ada CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability), sehingga mereka harus menyediakan hand sanitizer untuk tamunya,” pungkas Grisella. (tim)

Artikel sebelumnyaMengenal Bambang Karyanto, Pegiat Lingkungan dan Inisiator Kampung Ramah Gas Rumah Kaca dari Banjarmasin
Artikel selanjutnyaIsu Kurangi Emisi Karbon Jadi Bahasan di ETWG G20