JNE Berangkatkan 140 Karyawan ke Tanah Suci Setelah 2 Tahun Pandemi

Rombongan karyawan JNE
Rombongan karyawan JNE saat menunaikan ibadah umrah setelah dua tahun tertunda karena pandemi.

Semarang, Idola 92,6 FM – Sebanyak 140 karyawan JNE berangkat ke Tanah Suci, sebagai jamaah umrah pada 16-24 Mei 2022. Pemberangkatan jamaah umrah kelompok terbang (kloter) pertama itu, setelah dua tahun pandemi kegiatan ibadah umrah dan haji ditiadakan.

Presiden Direktur JNE Feriadi Soeprapto mengatakan setelah dua tahun sempat tertunda, para karyawan yang mendapat sebutan Ksatria dan Srikandi bisa diberangkatkan ke Tanah Suci. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers, kemarin.

Menurutnya, pemberangkatan umrah bagi karyawan JNE merupakan bentuk apresiasi kepada pekerja yang telah mengabdi lebih dari 12 tahun.

“Kegiatan ini kami jalankan, sesuai dengan amanah ayah kami sekaligus founder JNE (alm) H. Soeprapto Soeparno. Beliau yang menggagas umrah gratis bagi para karyawan JNE, yang sudah mengabdi kepada perusahaan selama lebih dari 12 tahun,” kata Feri.

Salah satu karyawan JNE dari Sekretariat JNE Semarang Yeni mengaku senang, bisa berangkat ke Tanah Suci menunaikan ibadah umrah. Dirinya mengaku berasa mimpi, saat menunaikan salat dekat dengan Kabah.

Menurut Yeni, karena baru kali pertama melaksanakan umrah memberikan kesa mendalam. Bahkan, rangkaian ibadah umrah dijalani dengan keikhlasan.

“Seperti mimpi yang menjadi kenyataan, karena jika mengingat Mekah yang tertuju adalah Kabah. Di depan Kabah saya menangis karena Allah telah mengabulkan doa saya untuk bisa sampai ke Mekah ini,” ucap Yeni.

Perasaan senang dan haru juga diucapkan karyawan JNE Solo, Yuda Hermawan. Bahkan, dirinya sempat membantu orang lansia karena terlepas dari rombongan.

“Ketika tawaf sambil menggandeng kakek tersebut, rasanya kedua almarhum orang tua saya menyertai ibadah umrah yang saya lakukan untuk mereka,” ujar Yuda. (Bud)

Artikel sebelumnyaBagaimana Mendorong Pemda Agar Memprioritaskan Alokasi Belanja APBD untuk Belanja Produk Lokal?
Artikel selanjutnyaJelang Pilpres 2024, Bagaimana Menangkal Polarisasi?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini