Kapolda Ingatkan Anggota Tak Lakukan Tindakan Yang Rugikan Institusi

Irjen Pol Ahmad Luthfi
Irjen Pol Ahmad Luthfi, Kapolda Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM – Kapolda Jawa Tengah mengingatkan personel, untuk tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan asas pokok Polri dan merugikan institusi. Sebab, tantangan yang dihadapi tidak hanya di lingkup regional saja tapi juga secara global.

Kapolda Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan penyalahgunaan narkoba atau praktik judi maupun pungutan liar (pungli) yang dilakukan anggota Polda Jateng, harus ada tindakan tegas dan nyata untuk tidak merugikan lembaga Polri. Pernyataan itu dikatakan saat memimpin apel di halaman Mapolda, kemarin.

Kapolda menjelaskan, jika perbuatan yang melanggar dan bertentangan dengan tugas pokok Polri tetap dilakukan akan semakin menggerus kepercayaan masyarakat. Sebab, setiap perilaku maupun tindakan anggota polisi mudah disorot masyarakat.

Menurutnya, saat ini anggota Polri harus bisa berbenah diri untuk menghadapi dan menyelesaikan setiap persoalan yang ada di wilayah kerja masing-masing.

“Bahwa di dunia ini telah terjadinya adanya krisis, sehingga banyak negara yang mengalami krisis energi atau krisis pangan dan lain sebagainya. Kemudian juga fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terus melemah dan sebagainya. Ini merupakan salah satu lingkungan strategis yang harus diambil kebijakan-kebijakan, baik dari pemerintah dan lebih khususnya anggota Polri,” kata kapolda.

Lebih lanjut kapolda meminta kepada seluruh personel yang bertugas, untuk memantau situasi dan perkembangan di wilayahnya masing-masing. Termasuk, kembali meraih kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

“Tangkap keluhan dan harapan masyarakat terhadap Polri. Pastikan Polri hadir di tengah masyarakat memberikan solusi dan kenyamanan serta keamanan,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaDies Natalis ke-6, Sekolah Vokasi UNDIP Resmikan Teaching Industry
Artikel selanjutnyaUMKM Jateng Diajak ke Korsel Untuk Lebih Mendunia
Wartawan senior Radio Idola Semarang.