KPPU Dorong Penciptaan Iklim Usaha Sehat di Jateng

Ketua KPPU RI Ukay Karyadi
Ketua KPPU RI Ukay Karyadi bertemu Gubernur Ganjar Pranowo di kantor gubernur, kemarin.

Semarang, Idola 92,6 FM – KPPU RI mendorong para pelaku usaha di Jawa Tengah, untuk bisa menciptakan persaingan usaha yang sehat demi pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini, Jateng memiliki indeks persaingan usaha di atas rerata nasional.

Ketua KPPU RI Ukay Karyadi mengatakan para pelaku usaha di Jateng, harus mampu menciptakan iklim usaha yang sehat agar inovasi usaha bisa tumbuh dan berkembang. Pernyataan itu dikatakan saat temui di kantor gubernur, kemarin.

Ukay menjelaskan, terciptanya iklim persaingan usaha yang sehat akan memacu para pelaku usaha kecil dan menengah tumbuh lebih cepat dan lebih baik. Terlebih lagi, tidak dirusak pasarnya dari pelaku usaha yang dominan.

Menurutnya, diperlukan juga disinergi dan dukungan serta koordinasi pengawasan kemitraan untuk menciptakan persaingan yang sehat.

“Kami ingin meningkatkan indeks persaingan usaha di Jawa Tengah, atau bahasa populernya iklim persaingan usaha yang sehat di Jawa Tengah yang sekarang sudah baik agar ditingkatkan lagi. Karena ini penting untuk pelaku-pelaku usaha ini bisa tumbuh tanpa harus pasarnya dirusak para pelaku-pelaku usaha yang dominan. Kalau semuanya sehat kan bisa tumbuh dan berkembang,” kata Ukay.

Lebih lanjut Ukay menjelaskan, dengan menjalin sinergi antara KPPU RI dengan Pemprov Jateng itu diharapkan dalam lima tahun ke depan bisa meningkatkan indeks persaingan usaha menjadi lebih baik.

Sementara itu Gubernur Ganjar Pranowo siap mengedukasi masyarakat terutama para pelaku usaha, untuk bisa menciptakan persaingan usaha yang sehat. Sehingga, usaha di Jateng bisa berjalan sesuai regulasi dan prosedur yang benar.

“Sehingga, semua akan mendapatkan lapangan permainan yang fair dan tidak ada yang dirugikan,” ujar Ganjar. (Bud)

Artikel sebelumnyaDPU Jateng Tangani 3 Ribu Lebih Laporan Jalan Rusak
Artikel selanjutnyaFaskes Wajib Aktifkan Kanal Informasi dan Pengaduan Peserta