Lihat Potensi Pasar, Wiwik Buat Sepatu Lukis

Wiwik Pangastuti
Wiwik saat menunjukkan sepatu lukis buatannya di Alun-alun Kauman.

Semarang, Idola 92,6 FM-Kegemarannya melukis di media kanvas, ternyata mengantarkannya meraup pundi-pundi rupiah setelah memindahkan lukisan di media sepatu. Permintaan banyak berdatangan, khususnya dari kalangan milenial dan juga para penggemar sepatu.

Adalah Widji Pangastuti yang akrab dipanggil Wiwik ini, sebelumnya gemar melukis di kanvas. Bahkan, beberapa orang pernah meminta dibuatkan lukisan. Salah satunya adalah direktur di kantornya, saat ia bekerja di sebuah pabrik mebel asing pada 2012 lalu. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di Alun-alun Kauman saat ikut pameran Semargres, Rabu (21/7).

Wiwik menjelaskan, pada 2015 dirinya mulai memindahkan media lukis ke sepatu maupun tas hingga kerudung. Lukisannya itu menggunakan cat tekstil dan cat aklirik yang berbahan dasar air, sehingga ramah lingkungan. Bahkan, saat dicuci juga tidak mudah luntur.

Menurutnya, cerita awal memindahkan media lukis dari kanvas ke sepatu datang dari seorang teman. Saat itu, temannya meminta dibuatkan sepatu lukis untuk anaknya dan akan dipakai saat acara fesyen batik.

Menurutnya, tidak hanya sepatu atau saja yang dilukis tetapi juga sarung bantal hingga jaket lukis. Hal itu sesuai dengan permintaan calon pembeli.

“Saya berpikir, kayaknya masyarakat kita itu kurang tertarik dengan lukisan yang hanya dipasang. Akhirnya saya menggunakan media yang mereka bisa pakai. Jadi, saya pikir mungkin pakai media tas karena pasti dipakai dan karya lukis saya bisa tetap dinikmati masyarakat banyak,” kata Wiwik.

Lebih lanjut Wiwik menjelaskan, untuk produknya itu bisa ditemukan di Semarang Creative Gallery di balai kota. Sedangkan workshop berada di Puri Eksekutif I Blok C-1 Puri Anjasmoro.

“Untuk saat ini saya masih mengerjakan sendiri, tetapi jika ada pesanan cukup banyak biasanya meminta tolong ibu-ibu sekitar rumahnya. Saya juga punya kenalan yang dulu pernah saya ajari, dan siap membantu,” jelasnya.

Berbicara soal harga, Wiwik mengaku harganya masih terjangkau masyarakat luas. Khusus untuk sepatu dijual mulai harga Rp180 ribu. Sedangkan tas, dijual mulai harga di bawah Rp100 ribu.

“Pemasarannya sudah menjelajah di seluruh wilayah di Indonesia, mulai dari Jakarta hingga Sumatera dan Kalimantan,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaDemokrasi Indonesia Masih Kategori “Cacat”, Apa yang Mesti Diperbaiki?
Artikel selanjutnyaPLN Bantu UMKM Tingkatkan Kualitas Kesejahteraan Hidup
Wartawan senior Radio Idola Semarang.