Memahami Potensi Gempa dan Tsunami di Cilacap bersama BMKG

Daryono
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono. (Photo/Merdeka)

Semarang, Idola 92.6 FM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pekan lalu menyebutkan bahwa Potensi Gempa 8,7 M dan Tsunami 10 Meter Cilacap Bukan Ramalan.

Kepala BMKG Dwikorta Karnawati menyampaikan, Cilacap berada di garis Pantai Selatan Jawa menghadap langsung zona tumbukan lempeng antara lempeng Samudera Hindia dengan lempeng Eurasia. Dari hasil pemodelan tsunami dengan skenario terburuk, dikhawatirkan berpotensi terjadi tsunami dengan ketinggian lebih dari 10 meter di pantai Cilacap. Sebagai akibat dari gempa bumi dengan kekuatan M 8,7 pada zona megathrust dalam tumbukan lempeng tersebut.

Ilustrasi
Ilustrasi/Istimewa

Sebagaimana dikutip dari laman BMKG, 28 Juli 2022, Dwikorita mengatakan, adanya potensi gempa dan tsunami di Cilacap tersebut adalah skenario terburuk dan bukan ramalan. Namun merupakan hasil kajian ahli dan pakar kegempaan.

Lalu, apakah potensi tsunami di Cilacap benar-benar akan terjadi? Bagaimana sebenarnya prediksi tersebut? Berikut Wawancara radio Idola Semarang bersama Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaIndustri Pengolahan Jadi Motor Penggerak Ekonomi di Jateng
Artikel selanjutnyaSudahkah Pendidikan Sekolah Mengajarkan Socio-Emotional Learning?
Jurnalis senior dan gate keeper Radio Idola Semarang