Mendag Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Masyarakat di Jateng Masih Aman

Pemantauan harga komoditas pangan
Mendag Zulkifli Hasan saat melakukan pemantauan harga komoditas pangan di Pasar Sukorejo Kendal.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dalam upaya memantau dan mengendalikan harga bahan pokok kebutuhan masyarakat, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan turun langsung ke sejumlah pasar tradisional di Jawa Tengah.

Salah satu pasar yang menjadi lokasi pemantauan mendag ada di Pasar Sukorejo di Kabupaten Kendal, kemarin.

Mendag Zulkifli Hasan mengatakan stok bahan pokok masyarakat menjelang libur Tahun Baru 2023 masih aman, dengan harga relatif stabil.

Pemerintah akan terus berkomitmen, untuk terus melakukan pengecekan dan pemantauan secara langsung ketersediaan stok dan keterjangkauan harga.

Zulhas menjelaskan, tidak hanya stok atau ketersediaan bahan pokok yang dipantau tetapi juga soal harga.

Selama harga kebutuhan pokok tidak naik berkelanjutan hingga dua pekan berturut-turut, maka tidak akan mempengaruhi daya beli masyarakat.

“Telur di sini murah sekali Rp26 ribu per kilogram dan cabai Rp16 ribu per kilogram. Saya barusan cek ke pasar langsung. Tadi juga ada ayam Rp34 ribu untuk satu kilogram dan bawang merah Rp22 ribu,” kata Zulhas.

Lebih lanjut Zulhas menjelaskan, jika harga komoditas pangan yang ada di Jawa Tengah terbilang masih terjangkau masyarakat di masa libur akhir tahun.

“Rata-rata di bawah harga nasional. Jadi masih aman,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Disperindag Jateng Arif Sambodo menambahkan, di provinsi ini komoditas yang mulai merangkak naik harganya adalah beras.

Menurut Arif, pihaknya setiap hari melakukan operasi pasar sesuai kebijakan dari Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH).

Hal itu merupakan penugasan langsung Kementerian Perdagangan kepada Bulog khusus untuk beras medium.

“Njenengan lihat sebenarnya harga beras medium itu masih flat. Flatnya tapi flat tinggi. Ini dijaga jangan sampai naik lagi lagi. Ini yang dilakukan KPSH,” ucap Arif.

Lebih lanjut Arif menyebutkan, jika pada Januari-Februari 2023 sudah memasuki musim panen maka harga diperkirakan bisa turun. (Bud)

Artikel sebelumnyaZulhas: Pelaku UMKM Harus Tancap Gas Buat Tembus Pasar Global
Artikel selanjutnyaRefleksi Ekonomi 2022 dan Outlook Ekonomi 2023
Wartawan senior Radio Idola Semarang.