Mengenal Bank Sampah Desa Bligo Magelang bersama Sumardi

Sumardi
Sumardi salah satu pengelola Bank Sampah Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Photo dok Sumardi)

Magelang, Idola 92.6 FM – Sebagai upaya mengatasi persoalan sampah dan membuat lingkungan bersih serta nyaman, Sumardi dan warga menggagas Bank Sampah di Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Bank Sampah Desa Bligo yang dirintis sejak Maret 2006 ini mampu menyulap sampah rumah tangga menjadi pundi-pundi rupiah. Bank sampah dengan personel bapak-bapak desa Bligo ini pernah dinobatkan sebagai The Rubbish Man oleh Pemerintah Kabupaten Magelang dan Juara II Bank Sampah Award Nasional oleh Desa Berdaya Foundation.

Pengurus Bank Sampah Desa Bligo
Pengurus Bank Sampah Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Photo dok Sumardi)

Menurut Sumardi, pengelola Bank Sampah Desa Bligo, tujuan pendirian Bank Sampah ini, tak lain untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan. Terlebih sebelumnya, sebagian warga masih sering membuang sampah ke saluran. Padahal saluran itu terkoneksi menuju sawah. Setelah saluran air tidak ada sampahnya, petani menjadi senang.”Petani senang, karena air saluran untuk sawah, lancar, gak ada sampah,” tutur Sumardi kepada radio Idola, pagi (16/06) tadi.

Tim Bank Sampah Desa Bligo
Tim Bank Sampah Desa Bligo sedang mengambil sampah untuk dibawa ke tempat pengolahan. (Photo dok Sumardi)

Sumardi menambahkan, setelah 5 tahun perjuangan, akhirnya Bank Sampah baru didanai dana desa pada 2020. Lalu bagaimana upaya bapak-bapak untuk meyakinkan warga agar menabung di Bank Sampah?

Pengangkutan sampah
Pengangkutan sampah oleh petugas dari Bank Sampah Desa Bligo untuk dibawa ke tempat pengolahan. (Photo dok Sumardi)

Berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Sumardi, pengelola Bank Sampah Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaReshuffle Kabinet Indonesia Maju: Apakah Urgensi Kinerja Menteri yang Jadi Motivasi atau Konsolidasi?
Artikel selanjutnyaPengamat : Jadi Beban APBN, Harga BBM Harus Naik
Jurnalis senior dan gate keeper Radio Idola Semarang