Mengenal Inovasi GenGONaM karya Prof Muhammad Nur

Prof Muhammad Nur
Prof Dr Muhammad Nur, DEA, Guru Besar Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Semarang. (Photo/undip.ac.id)

Semarang, Idola 92.6 FM – Guru Besar Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Semarang Prof Dr Muhammad Nur, DEA baru-baru ini membuat inovasi alat Generator Gelembung Ozon Nano & Mikro (GenGONaM).

Alat GenGONaM mampu mereduksi pestisida pada sayuran dan buah, melalui pencucian dengan gelembung mikro ozon sehingga bisa mencegah stunting. Karena salah satu penyebab stunting adalah adanya kandungan pestisida pada sayur dan buah yang dikonsumsi anak serta ibu hamil dan menyusui.

Konsumsi sayur dan buah yang mengandung pestisida menyebabkan tubuh tidak bisa berkembang dengan baik dan lebih mengerikan lagi mengganggu berkembangnya kecerdasan anak.

Dalam pembuatan alat GenGONaM, Prof Nur dibantu beberapa peneliti diantaranya Dr Dra Sumariyah MSi, (Ketua); Dr dr Suhartono MKes (Anggota); Dr Ir Eny Fuskhah, MSi (Anggota); dan Ahmad Ni’mattulah Al-Baarri, PhD sebagai anggota.

Menurut Prof Nur, cara kerja alat GenGONaM menggunakan generator ozon dengan produksi gelembung mikro dan nano. Ozon dalam bentuk gelembung mikro dan nano lebih mudah larut di dalam air. Air terlarut ozon digunakan untuk mencuci produk holtikultura, khususnya sayur dan buah yang mengandung pestisida.

Sampel dan perlakukan
Sampel dan perlakukan terhadap sampel. (Ilustrasi/undip.ac.id)

“Saya meneliti ini sudah 1,5 tahun, dan hasilnya 95 persen pestisida di sayuran bisa rontok,”jelas Prof Nur kepada radio Idola, pagi (08/07) tadi.

Ditambahkan, alat GenGONaM merupakan salah salah satu inovasi yang terpilih masuk dalam Program Prioritas Riset Nasional (PRN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Stunting 2021-2024.

Lalu apakah masyarakat luas sudah bisa mendapatkannya?

Selengkapnya, mengenal alat Generator Gelembung Ozon Nano & Mikro (GenGONaM) berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Guru Besar Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Semarang, Prof Dr Muhammad Nur, DEA. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaDHM Siap Bermetamorfosa Hadapi Perubahan Zaman
Artikel selanjutnyaKerja Keras Menurunkan Stunting, Langkah Apa Saja yang Mesti Ditempuh?
Jurnalis senior dan gate keeper Radio Idola Semarang