Mengenal Juni Prayitno, Pendiri Protades dari Pageruyung Kendal

Juni Prayitno
Juni Prayitno, Pendiri Protades dari Pageruyung Kendal. (Photo dok Juni)

Kendal, Idola 92.6 FM – Juni Prayitno, warga Desa Kebongembong Kecamatan Pageruyung Kabupaten Kendal Jawa Tengah berinovasi membuat aplikasi Protades.

Protades (Program Digitalisasi Letter C Desa) adalah sebuah aplikasi pencarian data dan riwayat tanah. Juni merupakan orang pertama yang memperkenalkan digitalisasi surat atau buku letter C desa berbasis aplikasi di Indonesia. Hingga kini, tercatat lebih dari 726 desa di Pulau Jawa yang memiliki arsip digital di aplikasi Protades.

Bupati Kendal Dico M Ganinduto
Bupati Kendal Dico M Ganinduto melepas Juni Prayitno, Pendiri Protades dari Pageruyung Kendal yang akan melakukan road show launching Protades ke daerah-daerah di Indonesia . (Photo dok Juni)

“Sejak 2017-2022, ada 726 desa yang tersebar di 35 kab/kota di 5 provinsi, yang sudah menggunakan aplikasi Protades,”jelas Juni kepada radio Idola, pagi (11/08) tadi. Dia menambahkan desa-desa tersebut ada di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DI Yogyakarta dan Banten.

Juni Prayitno dan Bupati Kendal
Juni Prayitno menerima TOP 45 terpuji Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tk Nasional 2021. (Photo dok Juni)

Menurut Juni, saat ini dirinya melibatkan 90 karyawan anak-anak muda. Bahkan inovasi Juni mendapat apresiasi dari pemerintah kabupaten Kendal. Terbukti pada hari selasa kemarin, Juni dilepas oleh Bupati Kendal untuk mengawali road show ke berbagai kota di Indonesia. “Kita akan mengadakan launching, akhir Agustus di Pemalang,”tuturnya.

Sosialisasi Protades
Juni Prayitno melakukan sosialisasi Protades ke desa-desa. (Photo dok Juni)

Atas inovasinya, Juni masuk TOP 45 Terpuji KIPP Tingkat Nasional 2021 dan masuk nominasi The 2022 United Nations Public Service.

Selengkapnya mengenal tentang Protades, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Juni Prayitno, pendiri Protades dari Desa Kebongembong Kecamatan Pageruyung Kabupaten Kendal Jawa Tengah. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaApindo Jateng Optimistis Banyak Investasi Masuk ke Jateng
Artikel selanjutnyaBagaimana Meningkatkan Human Capital Index (HCI) Kita yang masih Berada di Bawah Rata-rata Negara Asia Timur dan Pasifik?