Mengenal Manfaat Nipah bersama Indah Widiastuti

Dr Indah Widiastuti
Dr Indah Widiastuti, pengajar Teknik Hasil Perikanan Fakultas Pertanian Univeristas Sriwijaya Palembang yang meneliti buah nipah dan turunannya. (Photo dok Indah)

Palembang, Idola 92.6 FM – Di tangan akademisi satu ini, buah nipah tua yang selama ini dibiarkan, bisa diolah menjadi tepung. Di mana manfaatnya sangat besar bagi kesehatan. Sebab, kala diolah menjadi tepung, serat nipah bisa membantu menurunkan kolesterol dan melancarkan pencernaan.

Sosok itu adalah Indah Widiastuti, pengajar Teknik Hasil Perikanan Fakultas Pertanian Univeristas Sriwijaya Palembang. Menurut Indah, tanaman nipah yang seperti pohon salak itu banyak ditemukan di pesisir.”Tapi pemanfaatnya kurang maksimal, hanya dimanfaatkan daunnya saja,”tutur Indah kepada radio Idola, pagi (23/11) tadi.

Pohon nipah
Pohon nipah yang banyak dijumpai di pesisir. Buah yang sudah tua jika diolah, bisa menjadi kue. (Photo dok Indah)

Indah menambahkan selama ini buah nipah yang tua belum dimanfaatkan. Padahal manfatnya banyak.”Nipah tua separonya lebih dari karbohidrat bukan pati, tapi serat. Mengandung serat tinggi,”terang dosen yang menamatkan pendidikan S3 di Kagoshima University Ilmu Bio Resources Aqua Culture Practices (2011-2014).

Tepung nipah yang sudah siap diolah, bisa dimanfaatkan untuk pembuatan kue/makanan seperti cookies, brownies dan lain-lain.

Lalu apa harapan Indah terhadap tanaman dan buah nipah yang banyak dijumpai di pesisir?

Selengkapnya, mengenal manfaat nipah dan turunannya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Dr Indah Widiastuti, pengajar Teknik Hasil Perikanan Fakultas Pertanian Univeristas Sriwijaya Palembang. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaApa yang Salah dengan Pembangunan Infrastruktur, Kalau selama ini Biaya Logistik yang Tinggi, Membebani Daya Saing Kita?
Artikel selanjutnyaBelajar dari Gempa Cianjur, Mitigasi dan Upaya seperti Apa yang Mestinya Kita Lakukan Sejak Dini?
Jurnalis senior dan gate keeper Radio Idola Semarang