Mengenal Nurul Khotimah, Pengusaha Bawang Goreng dan Pemberdaya Warga dari Probolinggo

Nurul Khotimah
Nurul Khotimah asal Probolinggo Jawa Timur dari petani bawang merah hingga menjadi pengusaha bawang goreng. (photo dok Nurul)

Probolinggo, Idola 92.6 FM – Bermula dari petani, kini Nurul Khotimah menjadi pengusaha sukses asal Probolinggo Jawa Timur. Ia bergerak di bidang usaha bawang merah goreng. Tak hanya itu, Nurul berhasil memberdayakan sebanyak 80 ibu rumah tangga di sekitar rumahnya, untuk mengupas bawang merah guna mendukung keberlangsungan usaha yang dirintis sejak tahun 2010 lalu.

Nurul adalah istri petani bawang merah. Pada 2010, curah hujan tinggi merusak tanaman bawang merah keluarga Nurul. Akibatnya tanaman bawang merah yang ditanam, rusak dan tak bisa dijual, bahkan terancam dibuang.

Melihat nasib bawang merah seperti itu, muncul ide. Nurul lalu menggorengnya, menawarkan ke pasar di dekat rumah, dan laku. Dari sinilah, usaha terus berkembang. Jika sebelumnya Nurul hanya memikirkan kuantitas bawang goreng, kini sudah mulai ke kualitas bawang goreng tersebut.

Kegiatan business matching
Kegiatan business matching dengan Australia, kemarin (24/03). (Photo dok Nurul)

”Bawang merah Probolinggo beda dengan yang lain karena kandungan airnya sedikit, sehingga kalau digoreng tanpa dikasih apa-apa, sudah renyah,” terang Nurul kepada radio Idola pagi (25/03) tadi saat ditanya apa keunggulan bawang merah Probolinggo. Bahkan produk bawang goreng olahan Nurul juga diikutkan pameran oleh kementerian pertanian di Italia.

Di bawah bendera CV Dua Putri Sholehah dengan merk dagang “hunay” dengan produk seperti bawang merah goreng, camilan bawang merah, sambal, dan keripik dengan bumbung bawang.

Outlet bawang merah goreng Hunay
Nurul Khotimah di depan outlet bawang merah goreng “hunay”. (Photo dok Nurul)

”Pada 2013 hingga awal 2015, kami memasok bawang goreng ke salah satu toko ritel yang ada Indonesia dan mereka kasih lebel sendiri,” ungkap ibu warga Desa Tegalrejo Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo itu.

Ke depan Nurul berharap, tetap bisa mengoptimalkan potensi lokal. Terlebih dalam waktu dekat, sudah ada jalan untuk ekspor bawang goreng “hunay” ke Australia.

Nurul Khotimah menerima penghargaan
Penyerahan sertifikat HACCP dari Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur kepada Nurul Khotimah. (Photo dok Nurul)

Sejumlah penghargaan diterima lulusan Diploma 3 Teknik Komputer Universitas Brawijaya ini. Di antaranya: Penghargaan produktivitas Siddakarya dari Gubernur Jawa Timur (2020), Peringkat II Lomba UKM Berprestasi dari Gubernur Jawa Timur (2018), dan Peringkat I Lomba Inovasi Produk Pertanian tingkat Provinsi Jawa Timur (2015) serta terpilih menjadi wirausaha unggulan Bank Indonesia.

Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Nurul Khotimah, pengusaha bawang merah goreng dari Probolinggo. (yes/ her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaVaksinasi Menjadi Syarat Mudik Lebaran 2022, Bagaimana Memastikan Pelaksanaannya?
Artikel selanjutnya58 Desa di Demak Mampu Ajak Seluruh Warga Jadi Peserta JKN