Mengenal TBM Omah Buku Magelang bersama Budi Susilo

Budi Susilo
Budi Susilo Pendiri sekaligus Ketua Taman Baca Masyarakat (TBM) Omah Buku Desa Blondo Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang Jawa Tengah. (Photo dok Budi)

Magelang, Idola 92.6 FM – Termotivasi agar masyarakat memiliki minat baca, Budi Susilo mendirikan Taman Baca Masyarakat (TBM) Omah Buku di Desa Blondo Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang Jawa Tengah.

Riwayat Omah Buku Blondo bermula dari keisengan Budi Susilo meletakkan buku-buku di pos keamanan lingkungan (poskamling) beberapa tahun lalu. Ia tidak punya konsep yang muluk-muluk. Ia suka buku dan ingin berbagi kesukaannya dengan masyarakat.

“2017 membuat pos baca dio poskamling karena banyak anak-anak yang suka baca. Setahun kemudian dapat fasilatas dan pindah tempat di gedung polindes,”tutur Budi kepada radio Idola, pagi (31/10) tadi.

Budi yang juga menjadi guru Sekolah Luar Biasa di Magelang ini, menyampaikan di TBM Omah Buku, anak-anak tidak hanya membaca buku tapi juga belajar sejarah, candi, bermain dan lain-lain. “Sejak didirikan hingga sekarang sekitar 800 anak sudah bergabung di sini, tapi kini yang aktif tiap bulan antara 20-30 anak,”tutur Budi yang menjadi pengurus TBM Provinsi Jawa Tengah.

TBM Omah Baca
Anak-anak bermain egrang bambu di TBM Omah Buku Desa Blondo Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang. (Photo dok Budi)

TBM Omah Buku meraih penghargaan TBM Kreatif-Rekreatif dari Direktorat Pendidikan Masyarakat Khusus dan Pendidikan Khusus Kemendikbud Ristek Dikti pada puncak acara Hari Aksara Internasional, 8 September 2021 lalu. Sebelumnya pada tahun 2019, berhasil menjadi juara I dalam lomba TBM Kabupaten Magelang.

Selengkapnya, mengenal Taman Baca Masyarakat (TBM) Omah Buku, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Budi Susilo, pendiri sekaligus ketua TBM Omah Buku Desa Blondo Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaBagaimana Mestinya Seluruh Stakeholder Membangun Narasi agar Tetap Menggairahkan Perekonomian?
Artikel selanjutnyaKebutuhan Perwira Pelaut Cukup Besar di Luar Negeri
Jurnalis senior dan gate keeper Radio Idola Semarang