Pemprov Kirim Bantuan ke Sumbar Lewat Jalur Darat

Kalahar BPBD Jateng
Kalahar BPBD Jateng Bergas Penanggulangan berkomunikasi dengan Sekda Sumarno usai pengiriman bantuan untuk korban gempa Sumatera Barat, Selasa (1/3).

Semarang, Idola 92,6 FM – Pemprov Jawa Tengah mengirimkan bantuan logistik dan uang tunai untuk korban gempa Sumatera Barat melalui jalur darat, Senin (1/3). Bantuan logistik dari pemprov, dilepas Sekda Jateng Sumarno di halaman kantor gubernuran.

Kalahar BPBD Jateng Bergas Penanggungan mengatakan barang-barang yang dikirimkan untuk korban gempa di Kabupaten Pasaman Barat Sumatera Barat, sudah sesuai dengan kebutuhan di lapangan atau di lokasi bencana. Kebanyakan berupa bahan makanan mulai dari beras, lauk pauk semacam sarden dan sebagainya.

Menurutnya, hal tersebut sebagai bentuk kepedulian dari Pemprov Jateng kepada korban gempa di Sumatera Barat. Namun, pemprov belum mengirim relawan dan hanya personel yang mengawal bantuan.

Bergas menjelaskan, pihaknya mengirimkan bantuan logistik melalui jalur darat guna memercepat dan berkaitan efisiensi serta efektivitas pembiayaan. Perhitungan perjalanan normal sekira dua hari, atau 48 jam sudah sampai di lokasi. Nantinya, bantuan akan didrop di kantor Pemprov Sumatera Barat sebelum disalurkan ke warga terdampak gempa.

“Kendaraan yang kita pakai sudah kita set untuk kedua titik, hanya saja hasil komunikasi dan petunjuk dari BNPB untuk bisa ke Pemprov Sumatera Barat dulu. Jadi melaporkan dulu, karena yang namanya bantuan itu kan harus tertib. Melaporkan atas rincian bantuan apa yang akan tersampaikan. Baru selanjutnya kita menuju ke titik lokasi,” kata Bergas.

Lebih lanjut Bergas menjelaskan, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan BPBD Sumatera Barat berkaitan bantuan yang masih dibutuhkan. Termasuk, jika membutuhkan relawan ke lokasi bencana untuk pembuatan hunian sementara atau pembangunan fasilitas sosial yang rusak.

Diketahui, gempa berkekuatan magnitudo 6,2 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Kabupaten Pasaman Barat pada Jumat (25/2) kemarin. Data sementara ada delapan ribu orang, yang mengungsi di sejumlah titik pengungsian. Sementara itu tercatat ada 178 gempa susulan yang terjadi, setelah gempa pertama dengan kekuatan bervariasi. (Bud)

Artikel sebelumnyaMengenal Heni dan Adi, Pasangan Suami Istri Pahlawan bagi ODGJ dari Kudus
Artikel selanjutnyaDishub Jateng Minta Pengusaha Transportasi Paham Aturan ODOL

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini