Pengangguran di Jateng Banyak Terserap Sektor Pertanian

Garap lahan pertanian
Sejumlah pekerja sedang menggarap lahan pertanian.

Semarang, Idola 92,6 FM – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat, ada ratusan ribu tenaga kerja yang terserap di sektor usaha pertanian mengalahkan sektor perdagangan dan industri pengolahan. Sektor pertanian yang ada di Jawa Tengah mampu menyerap tenaga kerja paling banyak, setelah pandemi Covid-19.

Kepala BPS Jateng Adhi Wiriana mengatakan sebagai penyangga pangan nasional, banyak tenaga kerja yang terserap di sektor usaha pertanian. Data BPS Jateng menyebut selama Agustus 2021 sampai dengan Agustus 2022, terdapat serapan tenaga kerja di sektor usaha pertanian sebanyak 324 ribu orang atau mencapai 24,78 persen.

Menurut Adhi, sektor usaha pertanian mengalami peningkatan serapan tenaga kerja usai pandemi Covid-19 mereda.

“Kelihatan bahwa penduduk Jawa Tengah paling banyak bekerja di sektor pertanian. Perubahan secara yoy untuk pertanian terjadi peningkatan dan cukup menggembirakan. Ini menandakan ketahanan pangan ke depan akan semakin baik,” kata Adhi melalui siaran pers secara daring, kemarin.

Lebih lanjut Adhi menjelaskan, meningkatnya serapan tenaga kerja di Jateng juga tidak lepas dari upaya pemprov dalam mendorong sektor usaha pertanian.

“Sektor usaha pertanian sebagai benteng ketahanan pangan nasional. Salah satunya, dengan penerapan pertanian modern yang bisa dikembangkan di Jateng,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaEkonomi Jateng Tumbuh Melambat di Triwulan III 2022
Artikel selanjutnyaPupuk Indonesia Jamin Ketersediaan Pupuk Untuk Petani
Wartawan senior Radio Idola Semarang.