Perajin Lilin Aromaterapi Tawarkan Produk Multifungsi ke Pembeli

Lilin aromaterapi
Pekerja menata lilin aromaterapi sebelum dikemas.

Semarang, Idola 92,6 FM – Gaya hidup sehat dan bersih di masa pandemi, ditangkap betul para pengusaha untuk meraup cuan. Salah satunya pengusaha lilin aromaterapi Natureline, asal dari Kabupaten Boyolali.

Pemilik Natureline, Arini Khoiriyah mengatakan usaha lilin aromaterapi kali pertama didirikan bersama mendiang suaminya pada 2008 lalu. Keunggulan produknya adalah ramah lingkungan, dan cocok untuk keluarga dengan gaya hidup sehat dan bersih. Hal itu dikatakan saat ditemui di rumahnya di Desa Candi di Kecamatan Ampel, belum lama ini.

Arini menjelaskan, dengan pengalaman bekerja di perusahaan pengolahan minyak sawit itu dirinya kemudian banting stir membuka usaha kerajinan lilin aromaterapi. Proses produksinya masih dilakukan secara sederhana di rumahnya, dan saat pandemi itu permintaan mengalami peningkatan. Sehingga, dirinya mengajak ibu-ibu sekitar untuk dipekerjakan.

Menurutnya, produk lilin aromaterapi buatannya itu banyak dikemas semenarik mungkin. Sehingga, layak dijadikan sebagai hantaran atau oleh-oleh.

“Pertama kita bahannya minyak sawit, kalau lilin yang lain bahannya kan ada yang memakai parafin. Jadi dari minyak bumi. Kalau kita kan bahan yang terbarukan, dari minyak sawit. Dan minyak sawit ini ketika dinyalakan tidak menimbulkan jelaga, jadi juga ramah lingkungan. Kita pakai aroma-aroma yang banyak fungsinya, contohnya sereh itu bisa untuk mengusir nyamuk. Jadi fungsinya tidak hanya aroma tapi juga untuk ngusir nyamuk,” kata Arini.

Lebih lanjut Arini menjelaskan, produk lilin aromaterpai buatannya itu dijual seharga Rp9 ribu per buah. Namun jika sudah dikemas dalam produk hampers, bisa mencapai Rp25 ribu ditambah korek api dan kartu ucapan.

“Sejauh ini pembelinya di pasaran lokal, dan sudah merambah internasional. Seluruh kota di Indonesia sudah bisa kita jangkau. Kalau untuk luar negeri baru ke Italia, Amerika dan Eropa,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaJateng Alami Inflasi 0,58 Persen Pada Mei 2022
Artikel selanjutnyaMengenal Dian Sasmita, Pendiri Yayasan Sahabat Kapas di Karanganyar

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini