Pertemuan Ke-4 W20 Fokus Pada Advokasi Perempuan Perdesaan dan Penyandang Disabilitas

W20
Chair Women20 Indonesia Hadriani Uli Silalahi (kiri) bersama Co-Chair W20 Indonesia Dian Siswarini saat pertemuan kedua W20 di Kota Batu, Jawa Timur.

Semarang, Idola 92,6 FM – Pertemuan keempat G20 di Manokwari, akan membahas upaya menghilangkan akses yang tidak setara bagi perempuan perdesaan dan penyandang disabilitas. Sehingga, kaum perempuan bisa berpartisipasi dalam perekonomian dan membangun ketahanan.

Chair Women20 (W20) Indonesia Hadriani Uli Silalahi mengatakan dalam pembahasan tersebut juga akan didorong peningkatan literasi digital dan akses finansial, khususnya bagi perempuan pedesaan. Sehingga, bisa mendapatkan manfaat dari terjadinya perubahan iklim dan transisi energi yang saat ini terus berlangsung. Pernyataan itu disampaikan secara daring, kemarin.

Hadriani menjelaskan, pertemuan W20 keempat pekan ini dilaksanakan pada 8-9 Juni 2022. Pertemuan tersebut akan dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia I Gusti Bintang Puspayoga dan Menteri Sosial Tri Rismaharini serta Staf Khusus Presiden untuk inklusi Pemuda dan Disabilitas Angkie Yudistia.

Menurutnya, peserta pertemuan berasal dari lembaga pemerintah dan lembaga masyarakat di bidang isu perempuan dan penyandang disabilitas termasuk perwakilan dari negara-negara anggota G20.

“Dalam pertemuan ini juga akan mendorong peningkatan literasi digital dan akses finansial, bagi kedua komunitas perempuan tersebut.
W20 Indonesia ingin menghasilkan legacy yang akan dibawa ke W20 Summit Danau Toba, dengan isu prioritas yang dicetuskan W20 Presidensi Indonesia. Yaitu fokus pada perempuan pedesaan serta perempuan dengan disabilitas,” kata Hadriani.

Sementara itu Co-Chair Women20 Indonesia Dian Siswarini menambahkan, pertemuan di Manokwari akan menghadirkan kurang lebih 30 pembicara yang berkompeten. Terdiri dari para pejabat pemerintah di bidang terkait, akademisi hingga aktivis.

Menurut Dian pembicara dari luar negeri antara lain dari W20 Argentina, Mabel Bianco, W20 Turki, Gulden Turktan, Co-Chair serta Women with Disability Working Group W20 dan Narnia Bohler-Muller.

“Pertemuan utama membahas mengenai mengatasi kerentanan untuk membangun ketahanan perempuan pedesaan, dan perempuan penyandang disabilitas,” ucap Dian. (Bud)

Artikel sebelumnyaKisah Mbah Yono Pematung Pakai Tanah Liat Sistem Tutul
Artikel selanjutnyaBagaimana Memperkuat Sistem Pengawasan dan Edukasi Antikorupsi?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini