Kisah Mbah Yono Pematung Pakai Tanah Liat Sistem Tutul

Mbah Yono
Mbah Yono masih terampil membuat seni patung dari tanah liat.

Semarang, Idola 92,6 FM – Pematung tanah liat asal Kabupaten Temanggung menemukan teknik unik, yakni menggunakan sistem tutul di obyek buatannya. Melalui seni tekstur tutul itu, membuat hasil karya patung wajah tampil sederhana namun indah.

Wiyono atau akrab disebut Mbah Yono, seniman berusia 77 tahun itu membuat karya patung wajah berbahan baku tanah liat. Patung wajah tanah liat itu dibuatnya, menggunakan seni tekstur tutul. Hal itu dikatakan saat ditemui di rumahnya di Walitelon Utara Temanggung, baru-baru ini.

Mbah Yono menjelaskan, meski tangannya bergetar karena usia itu tidak menyurutkan semangatnya tetap berkreasi membuat patung wajah. Pola yang dibuat hampir sama dengan teknik membuat patung wajah pada umumnya, namun saat setengah kering obyek kemudian dicocok atau ditutul dalam Bahasa Jawa menggunakan lidi.

Menurutnya, bekas cocokan lidi itu menimbulkan bekas dan memunculkan keindahan tersendiri dari karya buatannya.

“Sebetulnya ide itu saya dapatkan secara tidak sengaja, dalam arti saya waktu itu dapat pesanan membuat patung dari tanah Kumbo Karno dikelilingi kera-kera kecil. Ada bagian yang seharusnya itu lurus, tapi tidak bisa terjangkau sama pisau. Biar itu bisa jadi, saya kemudian tutul-tutul pakai lidi. Terus saya tinggal karena ada keperluan, dan selama beberapa lama saya kembali lagi mau meneruskan. Tapi lihat hasil yang sebelumnya tutul-tutul kok jadi bagus,” kata Mbah Yono.

Lebih lanjut Mbah Yono menjelaskan, sebelum menjadi pematung itu dirinya sempat membuat usaha genteng dari tanah liat. Karena krisis moneter pada 1998 silam, membuat usahanya gulung tikar dan mencoba peruntungan membuat karya seni dari tanah liat.

“Saya sudah membuat empat patung wajah tokoh terkenal, dan salah satunya Pak Ganjar,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBI dan Pemprov Jateng Upayakan Percepatan Pembangunan Berkelanjutan
Artikel selanjutnyaPertemuan Ke-4 W20 Fokus Pada Advokasi Perempuan Perdesaan dan Penyandang Disabilitas

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini