PGN Siap Akselerasi Pembangunan Jargas Bumi Jawa Bagian Selatan

PGN
Dirut PGN Haryo Yunianto (tiga dari kiri) bertemu Bupati Purworejo Agus Bastian (tiga dari kanan) usai pembahasan jargas yang akan melintasi wilayah Kabupaten Purworejo.

Semarang, Idola 92,6 FM – PGN melakukan akselerasi dengan sejumlah kepala daerah di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, berkaitan dengan pembangunan jaringan gas (jargas) bumi di kedua provinsi tersebut. Yakni Kabupaten Kebumen dan Purworejo di Jateng, Kulonprogo dan Sleman serta Bantul dan Gunungkidul di Yogyakarta.

Direktur Utama PGN Haryo Yunianto mengatakan sinergi dan akselerasi dengan pemerintah daerah yang tengah dikembangkan jargas bumi itu untuk sosialisasi, agar masyarakat tahu dan paham tentang proyek pemanfaatan gas bumi. Pernyataan itu disampaikan lewat rilis, kemarin.

Menurut Haryo, pemanfaatan gas bumi memiliki keunggulan lebih praktis dan lebih aman serta lebih ramah lingkungan. Gas bumi juga diklaim ketersediaannya lebih terjamin.

Haryo menjelaskan, Jateng baguan selatan saat ini belum dilalui jalur pipa distribusi gas bumi tetapi memiliki potensi sumber gas alam. Sehingga, apabila dimanfaatkan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi wilayah sekitar.

Oleh karena itu, PGN memerlukan skema transportasi logistik untuk membawa sumber gas yang akan diutilisasi bagi masyarakat setempat.

“Kami perlu bersinergi bersama pemerintah daerah, dalam rangka percepatan pembangunan jaringan gas bumi. Sinergi tersebut meliputi penyelarasan program jargas dengan pengembangan fasilitas dan infrastruktur daerah yang ada, dukungan kebijakan dan fasilitas pendukung infrastruktur jargas untuk menyukseskan program bauran energi daerah dan nasional. Target pemerintah, empat juta sambungan jargas rumah tangga pada tahun 2024-2025 harus tercapai,” kata Haryo.

Lebih lanjut Haryo menjelaskan, pembangunan jargas rumah tangga juga berpotensi menyerap mitra dan tenaga kerja lokal. Sehingga, perputaran ekonomi bisa berjalan dan membantu meningkatkan pendapatan asli daerah. Selain itu, pengembangan jargas rumah tangga di daerah diharapkan bisa menciptakan daya tarik bagi investor untuk membangun kawasan industri.

“Untuk skema pembangunan infrastruktur jargas akan dikombinasikan, baik secara pipeline dan beyond pipeline menggunakan Liquified Natural Gas maupun Compressed Natural Gas. Sehingga, mempermudah transportasi dan rantai suplai gas bumi. Kami bekerja sama dengan KAI untuk membawa kargo LNG dengan kereta api,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBagaimanakah Cara Kita Meningkatkan Skor Indeks Demokrasi dan Mewujudkan Demokrasi yang Substansial?
Artikel selanjutnyaMengenal Inovasi Sepunsoed karya Tim Mahasiswi Unsoed Purwokerto