Polda Jateng Bagikan Ribuan Paket Sembako Jelang Hari Bhayangkara

Kapolda Jateng
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako kepada perwakilan masyarakat.

Semarang, Idola 92,6 FM – Polda Jawa Tengah membagikan ribuan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19 di aula Gedung Borobudur, kemarin. Mulai dari komunitas ojek online, hingga mahasiswa perantauan.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan meskipun pandemi mulai melandai, namun pihaknya tetap konsisten memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak COVID-19. Baik anak-anak yatim piatu, penyandang disabilitas maupun masyarakat terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurutnya, pembagian bantuan sembako merupakan bhakti sosial Polri kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kapolda menjelaskan, pembagian paket sembako juga menjadi rangkaian menyambut HUT ke-76 Hari Bhayangkara tahun ini. Sehingga, memberikan arti kehadiran Polri di tengah masyarakat yang membutuhkan.

“Masyarakat kita banyak terdampak, tidak hanya yang menyangkut kehidupan berbangsa bernegara. Polda Jawa Tengah juga membuat program Aku Sedulurmu, kita berikan pendidikan sampai selesai. Kita juga ada yang namanya bhakti religi, ada di 400 titik di wilayah Jawa Tengah. Kemudian ada bantuan sosial lainnya berupa 11.700 paket, yang kita berikan kepada adik-adik mahasiswa perantauan dan masyarakat yang terdampak lainnya,” kata kapolda.

Lebih lanjut kapolda menjelaskan, pihaknya terus berupaya maksimal untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19. Salah satunya, menjadi pelopor dalam pendampingan dan pemberian bantuan kepada anak-anak yatim piatu melalui program Aku Sedulurmu.

“Pada saat itu belum tercover pemerintah, kita hadir dulu dan kita cover duluan. Kita berikan pendampingan, agar mereka bisa terus bersemangat melanjutkan pendidikan sampai selesai,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaCalon Peserta Didik Ngaku Proses PPDB Cukup Lancar
Artikel selanjutnyaMenyatukan Kembali Tenun Kebangsaan yang Terbelah