Singapura Incar Kawasan Industri Kendal Jadi Lahan Investasi

Anil Kumar Naya
Dubes Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Naya bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, kemarin.

Semarang, Idola 92,6 FM – Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Naya bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, membahas tentang prospek ekonomi dan investasi di kawasan industri. Terutama di Kendal Industrial Park.

Anil menjelaskan, beberapa pokok pembahasan yang dibicarakan keduanya mengenai rencana investasi Singapura di Kendal Industrial Park. Sebab, dari informasi yang ada menyebutkan bahwa saat ini progres di Kendal Industrial Park cukup bagus. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di kantor gubernur, kemarin

Menurutnya, tercatat saat ini sudah ada 69 investor di Kendal Industrial Park dan terdapat Politeknik Industri Furniture dan Pengolahan Kayu.

“Salah satu proyek yang sangat penting itu Kendal Industrial Park di Kendal, dan pak gubernur sendiri masih ingat tahun 2016 ada meeting di sini antara bapak presiden yang membuka Kendal Industrial Park ini. Saya juga laporkan ke pak gubernur, sebenarnya Kendal Industrial Park itu sangat bagus. Kami juga diskusi bagaimana untuk bisa mendapatkan investor lebih banyak dari Singapura,” kata Anil.

Sementara itu Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan, Singapura memang serius untuk mengembangkan Kendal Industrial Park. Bahkan, data di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jateng mencatat jika nilai investasi Singapura di Jateng masuk urutan nomor tiga terbesar setelah Jepang dan Korea Selatan.

“Tadi dubes menyampaikan dan kami sambut dengan senang. Karena ini tidak hanya sekadar invest cari untung tapi bagaimana mengembangkan kawasan termasuk mengembangkan masyarakatnya,” ucap Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, sampai saat ini yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah infrastruktur transportasi pelabuhan dan transportasi darat. (Bud)

Artikel sebelumnyaLagi, MA Kembali Memberi Potongan Masa Hukuman bagi Koruptor
Artikel selanjutnyaOJK Terus Edukasi Masyarakat Soal Investasi Bodong