Wagub Ajak Warga Donor Darah Sebelum Puasa

Taj Yasin, Wagub Jateng
Taj Yasin, Wagub Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM – Pemprov Jawa Tengah mengajak masyarakat untuk peduli kepada sesama, dengan melakukan aksi donor darah sebelum bulan puasa. Sebab, pada bulan Ramadan biasanya orang enggan melakukan donor darah karena alasan sedang berpuasa.

Wagub Taj Yasin Maimoen mengatakan pada saat bulan Ramadan, biasanya stok darah di PMI akan mengalami kekurangan. Sebab, banyak orang enggan mendonorkan darahnya karena alasan sedang berpuasa. Pernyataan itu dikatakan saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Demak, baru-baru ini.

Gus Yasin menjelaskan, guna menyiasati kondisi kekurangan stok darah saat bulan puasa harus ada perubahan strategi. Yakni, PMI bisa menggelar aksi donor darah setelah berbuka puasa atau setelah kegiatan salat tarawih. Yakni, dengan menyasar masjid-masjid yang memiliki jamaah cukup besar dan sering didatangi masyarakat untuk menjalankan ibadah salat tarawih.

Menurutnya, PMI Jateng bisa menggerakkan PMI kabupaten/kota untuk melakukan aksi donor darah rutin setelah buka puasa atau usai pelaksanaan salat tarawih.

“Karena biasanya itu bulan puasa donornya berkurang, karena mereka sedang melaksanakan puasa. Tapi engga papa, saat ini kita sekarang biasa siasati gimana donornya setelah sholat tarawih saja ya. Nanti coba kita koordinasikan dengan PMI di Jawa Tengah, untuk melakukan donor darah setelah buka puasa,” kata Gus Yasin.

Lebih lanjut Gus Yasin menjelaskan, masyarakat bisa secara sadar dan sukarela melakukan donor darah untuk membantu sesama yang membutuhkan darah. Sehingga, bisa menolong sesama yang membutuhkan.

“Kalau ini bisa digerakkan, maka saat bulan puasa kita tidak takut soal kekurangan stok darah di PMI. Karena, masyarakat juga dengan sadar mau mendonorkan darahnya,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaCegah Penularan, Polri Gelar Vaksinasi di Candi Borobudur
Artikel selanjutnyaInstalasi Listrik Semrawut Jadi Penyebab Kebakaran Relokasi Pasar Johar
Wartawan senior Radio Idola Semarang.