Yangko, Oleh-oleh Khas Borobudur Kini Punya 200 Reseller Setelah Masuk Marketplace

Pelaku usaha jajanan pasar
Pelaku usaha jajanan pasar siap berkembang di marketplace.

Semarang, Idola 92,6 FM – Pelaku UMKM kuliner khususnya jajanan tradisional di sekitar Candi Borobudur Kabupaten Magelang, kini mulai mendulang cuan setelah produknya masuk di marketplace.

Jajanan yang ditawarkan adalah produk Yangko, saat ini sudah memiliki 200 reseller yang tersebari di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur serta Jawa Barat dan sebagian luar Jawa.

Pemilik Yangko Ekaeco, Eka Yulia Astutik mengaku senang bukan kepalang karena usahanya sekarang mulai mendulang cuan. Hal itu dikatakan saat ditemui di rumahnya di daerah Borobudur, Magelang, baru-baru ini.

Eka menjelaskan, pada awal usahanya ia hanya memasarkan produk buatannya di sekitar Magelang saja. Terutama, menitipkan ke sejumlah toko oleh-oleh yang ada di wilayah Kabupaten Magelang ataupun Kota Magelang.

Menurutnya, usahanya mulai meningkat saat dirinya mencoba memasukkan produknya di program Lapak Ganjar dan kemudian direposting. Alhasil, usahanya mulai mengalami peningkatan pesat. Bahkan, kini usahanya juga sudah masuk di marketplace dan menjangkau lebih luas lagi.

“Ada reseller yang dari Kalimantan dan Sumatera, cuma kendalanya adalah ketahanan yangko cuma 3-4 hari saja. Jadi kita engga berani. Kalau kita kirim itu paling lama satu hari sudah harus sampai, dan bisa langsung dijual,” kata Eka.

Sementara itu salah satu reseller Yangko Ekaeco yang berasal dari Tangerang, Vivi Christiana mengaku tertarik untuk menjualkan oleh-oleh khas Magelang itu.

Bahkan, dirinya juga membuka usaha jasa titip (jastip) sebagai bisnis sampingannya.

“Ada sesuatu yang menarik di daerah Borobudur, daerah Magelang. Saya lihat ada yangko, dan saya pikir keren dan beda dengan yangko biasanya. Setelah saya icip rasanya enak sekali,” ucap Vivi.

Menurutnya, produk Yangko Ekaeco ini layak untuk dipromosikan dan memang berbeda dibanding produk sejenis lainnya.

Lebih lanjut Vivi mengaku, dirinya siap untuk menjadi reseller bagi produk UMKM jajanan tradisional lain di Jateng. Sebab, produk jajanan khas Jateng beraneka ragam dan memiliki cita rasa tiada tara. (Bud)

Artikel sebelumnyaBadan Pangan Nyalakan Alarm Krisis Pangan, Apa Saja Langkah Antisipasi yang Bisa Kita Lakukan?
Artikel selanjutnyaOJK Cabut Izin Asuransi Jiwa Wanaartha Life
Wartawan senior Radio Idola Semarang.