BPJS Kesehatan Terus Fokus Kembangkan Inovasi Layanan Berbasis Digital

Andi Ashar (tengah)
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Andi Ashar (tengah) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Ali Maimun meluncurkan Patroli Mobile JKN.

Semarang, Idola 92,6 FM – BPJS Kesehatan Cabang Semarang terus berupaya menghadirkan inovasi layanan berbasis digital, guna memberikan kemudahan akses bagi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Terutama, layanan yang memudahkan masyarakat peserta JKN untuk mengakses layanan fasilitas kesehatan (faskes) menggunakan antrean online.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Andi Ashar mengatakan salah satu layanan yang terus didorong adalah bridging antrean online di faskes, melalui aplikasi mobile JKN. Hal itu dikatakan saat ditemui di Hotel Grasia Semarang, Rabu (12/7).

Andi menjelaskan, pada tahun ini BPJS Kesehatan berfokus pada optimalisasi pemanfaatan antrian online melalui mobile JKN.

Aplikasi mobile JKN bertujuan memberikan kemudahan akses, kecepatan dan kepastian layanan bagi peserta JKN yang akan berkunjung atau melakukan pendaftaran ke faskes.

Menurut Andi, saat ini ada 33 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dan 64 puskesmas dan 140 Klinik pratama serta 11 klinik TNI-Polri di Kota Semarang dan Kabupaten Demak telah bermitra dengan BPJS Kesehatan.

Sedangkan untuk fasilitas pendukung lainnya terdapat 23 apotek Program Rujuk Balik (PRB), tiga ruang farmasi, 31 optik, delapan laboratorium dan 10 laboratorium prolanis mandiri yang bermitra.

“Untuk rumah sakit itu sudah mengimplementasikan antrean online yang terkoneksi dengan mobile JKN. Kalau untuk faskes tingkat pertama juga sudah terkoneksi mobile JKN. Sekarang semua faskes sudah bisa diakses dengan antrean online,” kata Andi.

Lebih lanjut Andi menjelaskan, transformasi digital yang dilakukan BPJS Kesehatan semata-mata demi memberikan kemudahan akses pelayanan kesehatan dari sisi peserta maupun penyelenggara pelayanan kesehatan.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Ali Maimun menambahkan, pihaknya sebagai mitra dari BPJS Kesehatan akan siap memberikan dukungan dalam optimalisasi layanan antrean online.

Tujuannya, agar masyarakat peserta JKN dimudahkan saat membutuhkan layanan kesehatan di faskes tingkat pertama maupun lanjutan.

“Telah membuat inovasi yang berbasis digital, sehingga bisa lebih mudah karena zaman sekarang eranya sudah digital. Misalnya antrean online masyarakat lebih mudah menggunakan, jadi bisa meningkatkan mutu pelayanan kesehatan baik di faskes tingkat pertama maupun lanjutan,” ucap Ali.

Ali berharap, inovasi layanan digital yang telah disiapkan BPJS Kesehatan dapat dimanfaatkan masyarakat peserta JKN dengan baik. (Bud)

Artikel sebelumnyaMenyoroti Fenomena Migrasi atau Titip Identitas Anak di Kartu Keluarga pada PPDB
Artikel selanjutnyaMenyoroti Pengesahan UU Kesehatan yang Diiringi Petisi dari Forum Guru Besar Lintas Profesi