Bulog Jateng Droping 500 Ton Beras Medium di Pasar Peterongan

Akhmad Kholisun
Pimwil Perum Bulog Jateng Akhmad Kholisun saat berbincang dengan salah satu pedagang beras di Pasar Peterongan, Kamis (19/1).

Semarang, Idola 92,6 FM – Perum Bulog Wilayah Jawa Tengah melakukan droping beras medium sebanyak 500 ton di Pasar Peterongan Semarang, Kamis (19/1). Droping beras medium dilakukan, untuk stabilisasi harga beras di tingkat masyarakat agar bisa terjangkau.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jateng Akhmad Kholisun mengatakan pihaknya melaksanakan stabilisasi pasokan dan harga pangan di Pasar Peterongan Semarang. Terdapat hampir 20 titik yang dilakukan pemantauan di Pasar Peterongan, berkaitan dengan stabilisasi harga pangan khususnya beras.

Akhmad menjelaskan, harga beras medium di pasar tradisional di Kota Semarang pada khususnya dan Jateng pada umumnya berada di kisaran Rp11 ribu hingga Rp12 ribu per kilogramnya. Dengan droping beras medium Bulog di pasar-pasar tradisional, diharapkan bisa memengaruhi harga beras medium lainnya yang ada di pasar

Menurutnya, masing-masing pasar tradisional di Jateng itu pihaknya menyalurkan hampir sembilan ribu ton beras medium di awal 2023 ini.

“Para pedagang menjual dengan harga maksimal HET yaitu Rp9.450 per kilogram. Karena ini kemasannya lima kilogram, sehingga mereka menjual dengan harga maksimal Rp47.250. Kanwil Jawa Tengah melaksanakan SPHP di seluruh pasar yang ada di Jawa Tengah,” kata Akhmad.

Lebih lanjut Akhmad menjelaskan, kegiatan droping beras medium Bulog ini akan terus dilakukan sepanjang ada permintaan dari masyarakat.

“Begitu ada kenaikan harga dan indikasinya sudah di atas HET, pasti kita akan turun ke lapangan,” jelasnya.

Saat ini, stok beras di Bulog Jateng ada sekira 15 ribu ton dan cukup hingga pertengahan Februari 2023. (Bud)

Artikel sebelumnyaPertamina Patra Niaga Lakukan Uji Coba Full Cycle Solar Subsidi di Seluruh Kota dan Kabupaten Jateng dan DIY
Artikel selanjutnyaPresiden Jokowi Minta Pemda Membuat “Dana Abadi”
Wartawan senior Radio Idola Semarang.