Dompet Dhuafa Bersama Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) Gulirkan Bantuan Penyintas Palestina di Berbagai Rumah Sakit di Mesir

Bantuan bagi penyintas Palestina
Dompet Dhuafa bersama Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) gulirkan bantuan bagi penyintas Palestina di berbagai Rumah Sakit di Kairo Mesir. (Foto Dok. Dompet Dhuafa)

Kairo, Idola 92.6 FM – Palestina kembali memanas paska gencatan senjata diumumkan berakhir pada Jumat (01/12) lalu. Serangan Israel yang terus terjadi tanpa henti meluas hingga ke wilayah Tepi Barat, Palestina. Hal itu membuat layanan medis lumpuh, jaringan listrik, dan komunikasi juga dimatikan oleh Israel.

Sementara itu, Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa bersama Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) melakukan assessment ke rumah sakit-rumah sakit di Mesir. Di antaranya Rumah Sakit (RS) Kanker dan RS Palestina di Kairo. Tim juga berkoordinasi dengan PRCS (Palestinian Red Crescent Society) untuk penanganan penyintas dari Palestina. Informasinya, pasien yang bisa keluar dari Gaza dan Rafah ditempatkan di beberapa rumah sakit, yaitu di El Arish, Institute Nashr, RS Kanker dan RS Palestine di Kairo.

Salah satu pasien wanita yang ditemui Tim Kemanusiaan, Samma, baru saja tiba dari Gaza malam sebelumnya, Minggu (03/12). “Saya masih mengingat apa yang terjadi dengan saya, keadaan terluka di kaki kiri terkena pecahan mortir, tertembak di bagian pinggang dan luka pada jari tangan kiri. Saya terus berusaha bersama penyintas lainnya untuk keluar dan mencari tempat aman, ” ujar Samma.

Dalam keterangannya, Samma yang didampingi oleh seorang perawat, Hakim Majidi dari RS Indonesia – Gaza yang berhasil membawa dirinya keluar dari sana.

RS Palestina juga menampung pendamping atau keluarga dari para pasien yang berhasil keluar dari Gaza. Dalam catatan Tim Kemanusiaan, di RS tersebut menampung sekitar 18 orang penyintas dari Gaza. Dompet Dhuafa bersama IHA berkesempatan mendistribusikan sebagian bantuan untuk seluruh penyintas dari Palestina.

Dian Mulyadi, Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa menyatakan, “Bahwa kondisi hari ini di mana Palestina kembali memanas eskalasi konflik peperangan sangat tinggi, banyak korban yang kembali berjatuhan amat mengusik rasa kemanusiaan kita. Dompet Dhuafa hadir untuk memberikan bantuan secara kongkrit kepada para penyintas khususnya pasien,” ujarnya, dalam siaran persnya.

Bantuan bagi penyintas Palestina
Dompet Dhuafa bersama Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) gulirkan bantuan bagi penyintas Palestina di berbagai Rumah Sakit di Kairo Mesir. (Foto Dok. Dompet Dhuafa)

Sementara itu, Mai Aref, PhD, selaku Direktur PRCS Cairo menyampaikan, pihaknya mengucapkan apresiasi untuk masyarakat Indonesia yang diwakili oleh Indonesian Humanitarian Alliances, atas kepeduliannya terhadap perjuangan rakyat Palestina. Dengan segala keterbatasan, pihaknya selalu berusaha untuk bisa membantu seluruh penyintas yang sudah melalui pintu Gaza dan masuk ke Rafah.

“Kami juga koordinasi dengan ERC sebagai lembaga resmi yang ditunjuk Pemerintah Mesir agar bisa menampung mereka di tempat yang layak,” tuturnya.

Senada dengan Mai, DR. Muhammad, Direktur RS Palestina, Cairo menyatakan, RS ini sangat terbatas perlengkapannya. Banyak alat medis yang tidak berfungsi sehingga menyulitkan dalam merawat pasien. Untuk itu kemudian dibantu oleh PRCS dan kami koordinasikan dengan rumah sakit lain di Cairo.

Sebelumnya, Dompet Dhuafa bersama Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) telah memberangkatkan 11 truk membawa air mineral dan paket makanan kering seperti tepung, susu, margarin, makaroni, beras, keju, pasta kacang, daging kalengan, dan air mineral. Termasuk obat-obatan dan kebutuhan musim dingin juga masuk ke dalamnya. Dengan keseluruhan bantuan setara 176 ton, yang digulirkan bagi rakyat Palestina.

Di sisi lain DMC Dompet Dhuafa bersama mitra dengan dukungan dari masyarakat, mampu menyalurkan 1.000 paket sanitasi perempuan yang telah didistribusikan ke wilayah Gaza bagian utara.

Relawan mitra lokal DMC Dompet Dhuafa perlahan-lahan mengelilingi tempat pengungsian yang berdekatan dengan reruntuhan bangunan untuk mendistribusikan langsung kepada 2.000 penerima manfaat. Serta digulirkan program Dapur Umum Dompet Dhuafa (Dompet Dhuafa Kitchen) di wilayah Gaza Utara dan Gaza Selatan terus hadir hingga saat ini. Setiap harinya tim memasak untuk 2.000 jiwa yang sedang mengungsi di Jalur Gaza. (her/ims)

Artikel sebelumnyaTim Mahasiswa UNY Olah Biji Kurma Menjadi Bahan Identifikasi Forensik Sidik Jari
Artikel selanjutnyaPimpinan Leasing Bisa Ikut Dipidana Kalau Perintahkan DC Tarik Kendaraan