Optimisme Konsumen Jateng Masih Meningkat Seiring Membaiknya Kondisi Ekonomi

Tantangan Ekonomi 2023
Ilustrasi/Istimewa

Semarang, Idola 92,6 FM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah menilai, tingkat optimisme konsumen di provinsi ini terus menanjak.

Meningkatnya optimisme konsumen di Jateng itu, tidak lepas dari kondisi ekonomi saat ini yang terjadi.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Ndari Surjaningsih mengatakan optimisme konsumen yang ada di provinsi ini, terus meningkat dari waktu ke waktu. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers, kemarin.

Ndari mencatat, ekonomi yang terus membaik menjadi parameter optimisme konsumen di Jateng terus meningkat.

Hal itu tercermin dari hasil Survei Konsumen pada April 2023, yang menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 132,05, lebih tinggi dari IKK Maret sebesar 131,34.

“Meningkatnya optimisme konsumen terhadap ekonomi Jawa Tengah ditopang Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap berada pada level optimis,” kata Ndari.

Lebih lanjut Ndari menjelaskan, kuatnya IKE didukung persepsi masyarakat yang membaik pada indikator penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja serta dan konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama.

Selain itu, persepsi responden untuk kondisi enam bulan ke depan juga membaik yang dipengaruhi perbaikan komponen ekspektasi
penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja serta kegiatan usaha.

Sementara itu, secara nasional dikutip dari situs resmi Bank Indonesia melalui www.bi.go.id menyebutkan jika kinerja penjualan eceran secara tahunan diperkirakan tetap kuat pada April 2023.

Hal tersebut tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) April 2023 sebesar 241,6, atau tumbuh positif sebesar 1,0% (yoy).

Tetap kuatnya penjualan eceran terutama didukung kelompok barang budaya dan rekreasi yang meningkat serta kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya dan bahan bakar kendaraan bermotor maupun suku Cadang dan aksesori yang membaik.

Secara bulanan, penjualan eceran diperkirakan tumbuh 12,2 persen (mtm) lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar tujuh persen (mtm).

Peningkatan penjualan eceran terjadi pada mayoritas kelompok peralatan informasi dan komunikasi, subkelompok sandang serta kelompok makanan-minuman dan tembakau sejalan dengan periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. (Bud)

Artikel sebelumnyaKemenkes Apresiasi Kinerja Jateng Tuntaskan Masalah BABS
Artikel selanjutnyaMengenal FEWEAS karya Tim ITB