Tiba di Kelenteng Tay Kak Sie, Biksu Thudong Disambut Upacara Basuh Kaki

Puluhan biksu Thudong
Puluhan biksu Thudong kembali melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur setelah singgah di Kelenteng Tay Kak Sie Semarang, Senin (29/5).

Semarang, Idola 92,6 FM – Puluhan biksu yang melakukan jalan kaki dari Thailand ke Candi Borobudur Kabupaten Magelang, tiba di Kelenteng Tay Kak Sie pada Senin (29/5) pagi.

Rombongan biksu itu disambut antusias warga keturunan maupun masyarakat umum Kota Semarang, yang telah menanti sejak pagi dini hari.

Selama berada di Kelenteng Tay Kak Sie, ke-32 biksu terlebih dulu menjalani upacara basuh kaki di atas karpet merah sebelum memasuki kelenteng.

Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan paritta dan persembahan Sangha Dana.

Ketua DPD Walubi Jateng Tanto Harsono mengatakan kedatangan puluhan biksu dari Thailand itu menyita perhatian masyarakat, tidak hanya warga keturunan Tionghoa saja tapi juga masyarakat umum.

Hal ini menunjukkan adanya toleransi yang tinggi di tengah masyarakat Kota Semarang, bahwa penghormatan tidak hanya diberikan kepada pemuka agama tertentu saja.

Menurut Tanto, dukungan dari masyarakat juga dirasa cukup tinggi selama para biksu itu memulai perjalanan jalan kaki dari Thailand menuju Candi Borobudur di Kabupaten Magelang.

“Antusias umat sangat bagus walaupun pagi-pagi, tapi mereka sudah stand by untuk menyambut para biksu dan bersama-sama memanjatkan doa. Yang namanya doa itu kan ketulusan dari hati,” kata Tanto.

Lebih lanjut Tanto menjelaskan, dari Kelenteng Tay Kak Sie maka rombongan biksu melanjutkan perjalanan menuju Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti, Bukit Kassapa di wilayah Gunungpati.

Salah satu warga yang ikut menyambut kedatangan biksu Thudong di Kelenteng Tay Kak Sie, Agus Susanto warga Gang Lombok mengaku senang bisa menjadi bagian dari saksi perjalanan para biksu Thudong menuju Candi Borobudur dari Thailand.

Menurut Agus, informasi kedatangan biksu Thudong sampai di Semarang dan singgah di Kelenteng Tay Kak Sie sudah disebar di grup perpesanan instan.

“Kami stand by sebelum jam 05.00 pagi, karena memang sebelumnya sudah diberi tahu antara jam 05.00 sampai jam 5.30 pagi. Dari awal mereka start dari negara asalnya, kita sudah monitor,” ucap Agus.

Sementara itu Pemkot Semarang siap mengawal perjalanan 32 biksu yang melakukan ritual Thudong sampai ke perbatasan di Kabupaten Semarang. (Bud)

Artikel sebelumnyaMengenal Yayasan Ikadar Indonesia bersama Muhammad Arif Novianto
Artikel selanjutnyaOtoxpert Resmi Hadir Di Semarang, Berikan Layanan Bengkel Berkualitas