Tingkat Inklusi Keuangan Masyarakat Jateng 85,97 Persen, Begini Cara OJK Mendongkraknya

Dian Ediana Rae
Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK.

Semarang, Idola 92,6 FM-Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022, menempatkan tingkat literasi keuangan yang merupakan indeks level pengetahuan keuangan masyarakat di Jawa Tengah tercatat sebesar 51,69 persen.

Sementara untuk tingkat inklusi keuangan atau ketersediaan akses keuangan, tercatat lebih tinggi sebesar 85,97 persen.

Oleh karena itu, OJK bersama seluruh pemangku kepentingan terus memerluas akses keuangan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK Dian Ediana Rae mengatakan bahwa literasi dan inklusi keuangan dipandang penting, dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. Hal itu dikatakan di sela kegiatan The Jewel of Central Java sebagai Puncak Kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan Safari Rupiah Jateng 2023 di Lapangan Simpang Lima Semarang, Sabtu (28/10) malam.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemudahan masyarakat Semarang pada khususnya dan Jateng pada umumnya dalam mengakses lembaga jasa keuangan.

Baik ke lembaga perbankan, industri keuangan nonbank maupun pasar modal.

Dian menjelaskan, The Jewel of Central Java merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi bersama untuk terus memberikan edukasi secara masif kepada masyarakat Jateng.

Edukasi dikemas melalui kesenian daerah, agar lebih menarik minat dan dapat lebih mudah dipahami masyarakat.

“Kesejahteraan masyarakat sangat tergantung kepada dua hal kalau dilihat dari aspek keuangan, yaitu literasi atau mengerti bagaimana harus memahami risiko, dan inklusi yaitu masyarakat harus mudah untuk berurusan dan mengakses lembaga jasa keuangan,” kata Dian.

Sementara Kepala OJK Regional 3 Jateng-DIY Soemarjono menambahkan, pihaknya bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus melaksanakan berbagai kegiatan edukasi untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi kepada masyarakat Jateng.

Termasuk, mencegah masyarakat terjebak dalam penipuan berkedok investasi maupun produk keuangan ilegal lainnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaJadi Potensi Paling Besar, BI Jateng Bidik Milenial Ikut Sosialisasi Tentang Transaksi Digital
Artikel selanjutnyaIndah Darmastuti, Penggagas Difalitera dari Surakarta