Jadi Penumpu Pangan Nasional, BI Jateng Siap Bantu Pemprov

Rahmat Dwisaputra
Rahmat Dwisaputra, Kepala KPw BI Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM-Jawa Tengah menjadi provinsi yang menyangga pangan nasional, terutama untuk komoditas penyumbang inflasi.

Oleh karena itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng siap mendukung kebijakan dari pemerintah pusat melalui sejumlah program pengendalian inflasi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Rahmat Dwisaputra mengatakan pihaknya bersama pemerintah daerah, membuat kebijakan yang disebut sebagai bauran kebijakan dalam menjaga pergerakan ekonomi tetap tumbuh positif. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di kantornya, Selasa (25/6).

Rahmat menjelaskan, stabilitas ekonomi menjadi kunci suatu daerah dalam upaya menjaga laju inflasi tetap terkendali di rentang 2,5 ±1 persen pada tahun ini maupun tahun berikutnya.

Hal tersebut dilakukan, karena ketidakpastian global masih menghantui perekonomian di seluruh dunia.

Menurut Rahmat, diperlukan adanya kolaborasi bersama dalam menjaga laju inflasi tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

Terutama, di daerah-daerah yang menjadi survei BPS Jateng atau daerah pencatat inflasi di provinsi ini.

“Pak pj gubernur mengeluarkan surat kepada bupati dan wali kota di Jawa Tengah, untuk mereplikasi apa yang kita lakukan di Kota Semarang. Yaitu Kios Pandawa Kita, di mana BUMP-nya merupakan gabungan kelompok tani dan belinya dari para petani di Jawa Tengah. Ini sudah di-copy paste di delapan daerah. Jadi ada sembilan yang beroperasi, dan tiga sedang dalam pembentukan lagi,” kata Rahmat.

Lebih lanjut Rahmat menjelaskan, pihaknya juga mendorong upaya ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah sebagai tindak lanjut dari misi Jateng sebagai provinsi penumpu pangan nasional.

Salah satu upayanya, menjaga pasokan pangan tetap terjaga dan rantai pasok tidak terlalu panjang.

“Kita punya yang namanya Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan, yang itu tujuannya agar rantai pasok tidak terlalu panjang dan petani juga tidak dirugikan karena terima harga terlalu rendah. Ini semua kita lakukan, agar Jawa Tengah mampu mewujudkan sebagai penumpu pangan nasional,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaDari Hasil Press Conference Menkeu Sri Mulyani terkait Kondisi Ekonomi
Artikel selanjutnyaTiga Daerah di Jateng Terima Penghargaan Dari BPJS Kesehatan