Tiga Daerah di Jateng Terima Penghargaan Dari BPJS Kesehatan

Mulyo Wibowo (dua dari kanan)
Deputi Direksi Wilayah VI BPJS Kesehatan Mulyo Wibowo (dua dari kanan) saat menyerahkan penghargaan kepada salah satu daerah dengan tingkat kepatuhan pembayaran iuran terbaik.

Semarang, Idola 92,6 FM-Kota Salatiga dan Kabupaten Purbalingga serta Kota Magelang, mendapat penghargaan dari BPJS Kesehatan dalam hal kepatuhan pembayaran iuran.

Apresiasi diberikan, karen ketiga daerah tersebut dianggap paling tinggi kontribusinya dalam kepatuhan pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 2023.

Deputi Direksi Wilayah VI BPJS Kesehatan Mulyo Wibowo mengatakan pihaknya bersama pemprov dan kabupaten/kota, memerkuat koordinasi dan sinergi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan program JKN. Pernyataan itu dikatakan usai pemberian penghargaan kepada daerah dengan tingkat kepatuhan pembayaran iuran di Hotel Gumaya, Selasa (26/6).

Mulyo menjelaskan, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program JKN membutuhkan dukungan dari pemangku kepentingan, agar program tersebut berjalan lebih optimal.

Salah satunya dari unsur pemerintah daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawahnya.

Menurutnya, pemerintah daerah merupakan pemangku kepentingan strategis yang diharapkan mampu memerkuat komitmennya dalam upaya optimalisasi penyelenggaraan program JKN.

“Ini terkait dengan kepatuhan iuran, bukan keseluruhan tapi soal kepatuhan iuran. Jadi kami menilai pemda-pemda yang punya komitmen menganggarkan atau mengalokasikan anggarannya dalam APBD. Baik APBD murni ataupun APBD perubahan. Kemudian yang kedua soal kepatuhan pembayaran iuran. Jadi dalam bulan berjalan di tanggal sekian sudah bayar iuran,” kata Mulyo.

Lebih lanjut Mulyo menjelaskan, pihaknya juga menilai ada tidaknya piutang yang ditanggung pemerintah daerah terkait pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

Namun demikian, sampai dengan saat ini di wilayah Jateng tidak ada kabupaten/kota yang menunggak pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

“Pemda rutin membayar iuran, meskipun ada tidak lancar sebulan tapi langsung dilunasi bulan berikutnya. Artinya, tidak ada tunggakan yang berarti,” pungkasnya. (Bud)