Langkah Progresif Seperti Apa yang Mesti Dilakukan Para Pemimpin untuk Menuntaskan Persoalan Polusi Udara yang Kian Mengancam?

Polusi Udara
Ilustrasi/Istimewa

Semarang, Idola 92.6 FM – Polusi udara mengancam kesehatan warga di sejumlah kota di Indonesia. Untuk mengatasinya, diperlukan langkah progresif dari segenap pemangku kebijakan—untuk dapat mengatasi persoalan tersebut demi meningkatkan kualitas hidup.

Dalam beberapa tahun belakangan, wilayah perkotaan Indonesia tengah dikepung paparan polusi udara yang pekat. Salah satu kota paling berpolusi di Indonesia adalah Jakarta. Hingga pertengahan Januari 2024, indeks kualitas udara Jakarta berada di status sedang dengan konsentrasi polutan mencapai 17 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut tiga kali lipat lebih tinggi dari anjuran WHO yang sebesar 5 mikrogram per  meter kubik. Tingginya angka polutan di Jakarta itu sangat berisiko bagi penurunan kualitas kesehatan warga Ibu Kota.

Situasi ini membahayakan kesehatan, dan berisiko memperpendek usia harapan hidup masyarakat. Polutan udara dihasilkan dari berbagai macam sumber pencemar, seperti kendaraan, pembakaran hutan, dan kegiatan pembakaran lainnya. Sayangnya, hingga saat ini, penanggulangan pencemaran udara yang dilakukan Pemerintah belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan.

Pada akhir tahun 2022, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis, polusi udara luar ruangan—baik di kota-kota besar maupun di wilayah perdesaan, diperkirakan menyebabkan kematian dini 4,2 juta jiwa per-tahun. Kombinasi antara paparan “polusi udara ambien” dan “polusi udara dalam ruangan” menjadi penyebab 6,7 juta kematian per-tahun.

Singkatnya, polusi udara kini menjadi salah satu persoalan global—sebagai bagian dari krisis lingkungan. Melihat fenomena itu, maka cukup beralasan jika masyarakat saat ini mempertanyakan komitmen iklim pada para calon pemimpin atau Capres-Cawapres di Pilpres 2024.

Lalu, langkah progresif seperti apa yang mesti dilakukan oleh para Capres-Cawapres ke depan untuk menuntaskan persoalan polusi udara yang kian mengancam penduduk kota-kota besar di Indonesia?

Untuk memperoleh gambaran atas persoalan ini, radio Idola Semarang berdiskusi dengan narasumber Prof Syafrudin (Pengamat lingkungan dari Universitas Diponegoro Semarang) dan Abdul Ghofar (Pengkampanye Polusi dan Perkotaan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)). (her/yes/ao)

Simak podcast diskusinya:

Artikel sebelumnyaTahun Ini, Jamkrida Jateng Tingkatkan Jaminan Kredit Bagi UMKM
Artikel selanjutnyaSebanyak 90 Persen Provinsi di Indonesia Belum Siap Lakukan Transisi Energi, Langkah Akselerasi Seperti Apa yang Mesti Terus Dilakukan?