Tahap Awal Revitalisasi Kawasan Pecinan Dilakukan Mulai Dari Kawasan Kelenteng Tay Kak Sie Dan Gapura Masuk Pekojan

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengecek lokasi revitalisasi kawasan Pecinan

Semarang, Radio Idola 92,6 FM – Revitalisasi Kawasan Pecinan akan segera dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Ditahan awal proses revitalisasi akan difokuskan pada pembangunan di kawasan Kelenteng Tay Kak Sie dan tetenger atau gerbang masuk gapura di Jalan Pekojan.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang mengecek langsung lokasi mengatakan revitalisasi kawasan Pecinan merupakan satu kesatuan dari Kota Lama dan kampung Melayu. Untuk memaksimalkan anggaran untuk menyelesaikan revitalisasi Pecinan. Pemkot Semarang berencana akan mencoba mengajukan bantuan keuangan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Gowes kali ini untuk melihat langsung kondisi sekitar Pecinan Semarang, utamanya kawasan Tay Kak Sie yang rencananya akan direvitalisasi,” jelasnya. Rabu (15/05/2023).

Setelah revitalisasi kawasan Kota Lama (Little Netherland) dan Kampung Melayu, fokus pembangunan dilakukan di kawasan Pecinan, yang diharapkan bisa meningkatkan kunjungan pariwisata dan menjadi ikon baru Kota Semarang. Terlebih, Tay Kak Sie merupakan salah satu kelenteng terbesar dan bersejarah yang sering digunakan umat Tionghoa di Kota Semarang sebagai ibadah dan perayaan keagamaan.

“Karena anggaran terbatas, saya menyampaikan harus ada satu titik atau embrio untuk memulai pembenahan di wilayah Pecinan. Dipilihlah Tay Kak Sie yang merupakan salah satu ikon Kota Semarang. Apalagi di sini sering ada perayaan-perayaan,” paparnya.

Dari hasil kunjungan, dirinya meminta Disperkim dan DPU bersama konsultan untuk mematangan konsep serta merevisi desain revitalisasi, tentunya dengan melibatkan tokoh-tokoh di Kawasan Pecinan.

“Revitalisasi gak bisa hanya sekadar pavingisasi saja. Saya minta dinas untuk hati-hati mematangkan desain. Karena anggaran awal hanya Rp 10 miliar, ini jauh sekali dibandingkan anggaran revitalisasi kawasan Kota Lama (Little Netherland-red) yang menyentuh angka Rp 210 miliar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan  Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Yudi Wibowo mengatakan revitalisasi kawasan Pecinan Kota Semarang akan dilakukan dengan tiga tahap. Yudi menyebut, pembangunan akan mulai dari pintu masuk di Jalan Pekojan. Akan dibuat tetenger atau gapura, termasuk penambahan patung Tay Kak Sie dengan menggandeng tokoh-tokoh yang ada di Pecinan.

“Untuk revitalisasi kawasan Pecinan direncanakan dengan anggaran total Rp 76 Miliar dan akan dikerjakan tiga tahap. Di antaranya, tahap pertama itu Rp 10 miliar, kedua Rp 30 miliar, dan sisanya di tahap ketiga,” ujar Yudi.

Pembenahan infrastruktur kawasan Pecinan akan menjadi kewenangan dua dinas, yakni Disperkim dan DPU. Untuk tahap pertama, lanjut Yudi, akan dialokasikan Rp 10 miliar untuk revitalisasi pembangunan infrastruktur, akses masuk, hingga penambahan ornamen.

 

“Termasuk Gowes Bu Wali bersama OPD kali ini juga untuk melihat langsung dan mengintervensi persoalan satu persatu. Namun karena Hanya saja Ibu Wali inginnya, revitalisasi kawasan Pecinan difokuskan di ikonnya kawasan Pecinan terlebih ahulu agar kelihatan. Akhirnya dipilihlah Kelenteng Tay Kak Sie dan gapura masuk,” katanya.

Dia menargetkan revitalisasi kawasan Pecinan tersebut akan selesai pada awal Desember 2024.

“Realisasi nantinya setelah ada diskusi dengan tokoh-tokoh. Lalu kami naikkan ke lelang, baru satu setengah bulan kemudian bisa eksekusi. Perkiraan, akhir bulan Juli mulai pembangunan hingga awal Desember 2024,” paparnya.(wid)