Semarang, Idola 92,6 FM-Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menggelar acara doa bersama memeringati HUT ke-80 Republik Indonesia di aula Cakti Budi Bakti, kantor pusat DJP, belum lama ini.
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu dan Dirjen Pajak Bimo Wijayanto serta para seluruh pegawai DJP secara luring maupun daring.
Dirjen Pajak Bimo Wijayanto mengatakan kegiatan doa bersama dilakukan dan menghadirkan tokoh lintas agama, yang mencerminkan kebersamaan sekaligus mendukung peran DJP menghimpun penerimaan negara.
Menurutnya, tatar belakang kegiatan tersebut adalah peran strategis DJP dalam menghimpun penerimaan negara guna membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Bimo menjelaskan, dengan ribuan pegawai dari beragam budaya dan suku serta agama, DJP melihat kemajemukan sebagai sebuah kekuatan.
“Melalui dialog lintas agama dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik
Indonesia, DJP meneguhkan toleransi, kebersamaan dan integritas guna mendukung
keberhasilan pembangunan bangsa. Tema kemerdekaan tahun ini โBersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Majuโ menjadi pijakan DJP dalam menghimpun pajak untuk pembangunan, sejalan dengan tema Hari Pajak โPajak Tumbuh, Indonesia Tangguhโ,” kata Bimo.
Lebih lanjut Bimo menjelaskan, doa bersama juga dalam upaya menjaga persatuan dan menjadi pegawai pajak yang berintegritas.
Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu juga mengajak seluruh pegawai DJP untuk memerbaiki sikap dan moral agar pemungutan pajak dapat dilakukan lebih santun tanpa melukai hati masyarakat.
“Melalui forum dialog ini, mari kita mohon arahan dan nasihat dari para tokoh agama yang hadir untuk meningkatkan toleransi dalam menghimpun penerimaan negara,” ujar Anggito. (Bud)