Jarwo Songha, pendongeng Kado Metro Lampung.(Foto: Jarwo)

Lampung, Idola 92.6 FM- Pendongeng satu ini tidak hanya menyampaikan pesan kebaikan lewat dongeng, ia juga turut melestarikan bahasa Lampung lewat cerita. Ia sengaja membawakan dongeng dengan dua Bahasa, yaitu bahasa Lampung dan bahasa Indonesia. Dengan cara itu, ia ingin anak-anak ikut mengenal, mencintai dan lebih akrab dengan bahasa daerah.

Sosok pendongeng unik itu adalah Tri Sujarwo atau akrab dipanggil Kak Jarwo Songha (36), pendongeng Kado Metro Lampung.

Dalam penampilannya, ia sering kali membawa boneka-boneka berkarakter untuk mendampinginya bercerita. Seperti boneka karakter anak laki-laki berambut pirang yang diberi nama Bruno. Digambarkan sebagai anak usia 7 tahun, keturunan Indo Prancis. Dan juga Cemong, boneka dengan karakter orangutan. Boneka itu ditampilkan saat ia ingin mendongeng seputar isu lingkungan.

Jarwo Songha, pendongeng Kado Metro Lampung saat bercerita di depan anak-anak belum lama ini.(Foto: Jarwo)

Selain itu, Jarwo juga piawi mengubah suara saat memerankan tokoh Bruno. Seperti saat mendongeng di Radio Idola, pagi (03/02) tadi. Dalam waktu yang singkat, ia mengubah suara menjadi anak kecil (Ucil), ayam jantan, dan kakek.

Dalam mendongeng, Jarwo Songha kadang tampil ditemani Bruno. Digambarkan sebagai anak usia 7 tahun, keturunan Indo Prancis. (Foto: Jarwo)

Sebelum terjun ke dunia dongeng pada 2022, Jarwo sudah punya banyak pengalaman di dunia literasi dan pendidikan. Ia pernah berkarya sebagai jurnalis di kampusnya (PILAR) dan Lampung Post. Tak hanya itu, Jarwo juga menjadi guru di lereng Gunung Merapi Sumbing serta menjadi pengajar muda Indonesia Mengajar di Kepulauan Yapen Papua. Jarwo juga aktif di berbagai komunitas antara lain Forum Lingkar Pena Lampung dan Read Aloud Kota Metro.

Lalu mengapa akhirnya Jarwo memilih menjadi pendongeng? Di mana ia belajar mendongeng?

Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Kak Jarwo Songha, pendongeng Kado Metro Lampung.(yes/her)

Simak podcast wawancaranya: