Tim mahasiswa ITS Surabaya berinovasi membuat Osmoinc. Inovasi ini membawa mereka meraih medali emas pada PIMNAS 2025 yang diselenggarakan di Unhas Makassar, pada 23-28 November 2025. Dalam foto dari kiri ke kanan Daril Ridho Zuhrillah, S.T., M.T. (dosen), Dr. Afan Hamzah, S.T (dosen Pendamping), Febrian Ponco Nugroho (anggota tim), Achmad Mahendra (ketua tim), Mohammad Kelvin Destrio (anggota tim), Gladys Sukma Thufailah (anggota tim) dan Maulana Andra Wiratama (anggota tim). (Foto: Mahen)

Surabaya, Idola 92.6 FM-Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya baru-baru ini berinovasi membuat Osmoinc (Osmotic Manipulation and Near Infrared Controlled). Inovasi Osmoinc bisa mempercepat pembuatan proses telur asin. Jika proses pengasinan telur asin biasanya memakan waktu hingga dua minggu, kini dengan inovasi Osmoinc, proses pembuatan telur asin lebih singkat, hanya butuh waktu 5 jam saja.

Tim mahasiswa itu yakni Achmad Mahendra (ketua tim), Febrian Ponco Nugroho, Mohammad Kelvin Destrio, Gladys Sukma Thufailah dan Maulana Andra Wiratama.

Menurut Achmad Mahendra, ide pembuatan inovasi ini tercetus dari pengalaman tim sehari-hari. Di mana, ketika menikmati telur asin, tidak selalu menjumpai telur asin dengan tekstur dan rasa yang sama. Terkadang ada yang masir, kadang hanya seperti telur rebus. Bahkan tak jarang, tingkat keasinan berbeda.

Inovasi Osmoinc karya mahasiswa ITS Surabaya. Dengan inovasi Osmoinc, proses pembuatan telur asin lebih singkat, dari hampir dua minggu menjadi 5 jam.(Foto: Mahen)

“Kita pakai manipulasi tekanan osmosis berbasis sensor Near Infrared agar perpindahan garam ke telur asin bisa cepat. Kita mencoba menggunakan campuran larutan, selain larutan garam, kami menggungakan asam asetat (larutan cuka),”tutur Mahen panggilan akrab Achmad Mahendra kepada radio Idola Semarang, pagi (06/01) tadi.

Mahasiswa tingkat akhir ini menambahkan, kapasitas alat yang dibuat bisa menampung 150 butir telur dalam satu proses. Dengan ketahanan telur asin lebih dari seminggu.

Mahen berharap inovasi ini memacu semangat mahasiswa ITS Surabaya dan anak-anak muda di Indonesia untuk terus berinovasi. Inovasi berkelanjutan diharapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Atas inovasi ini, Tim Osmoinc ITS meraih medali emas pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2025 dalam kategori PKM-KI. Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Ketua Tim Osmoinc ITS Surabaya, Achmad Mahendra.(yes/her)

Simak podcast wawancaranya: