Semarang, Idola 92,6 FM-Pemerintah terus memerkuat dukungan terhadap sektor riil di Jawa Tengah, melalui penyaluran kredit program bagi pelaku UMKM.
Hingga 2025, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Ultra Mikro (UMi) tercatat berkontribusi cukup baik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Jateng Bayu Andy Prasetyo mengatakan penyaluran KUR secara kumulatif telah mencapai Rp43,31 triliun, dengan jumlah debitur sebanyak 825.566 pelaku usaha. Hal itu disampaikan melalui siaran pers secara daring, belum lama ini.
Menurut Bayu, untuk penyaluran Kredit Ultra Mikro (UMi) mencapai Rp1,16 triliun yang dimanfaatkan 225.509 debitur di berbagai daerah.
“Penyaluran kredit program ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memperkuat permodalan UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika ekonomi,” kata Bayu.
Bayu menjelaskan, berdasarkan wilayah, penyaluran KUR terbesar pada 2025 tercatat berada di Kabupaten Pati dengan nilai Rp2,67 triliun yang disalurkan kepada 48.847 debitur.
Adapun penyaluran UMi terbesar berada di Kabupaten Brebes, yang mencapai Rp90,89 miliar untuk 17.234 debitur.
“KUR dan UMi tidak hanya berfungsi sebagai akses pembiayaan semata, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendorong penguatan ekonomi lokal. Modal yang lebih mudah diakses memungkinkan pelaku UMKM meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas usaha,” jelasnya.
Lebih lanjut Bayu menjelaskan, dengan dukungan permodalan yang inklusif, pelaku usaha mikro dan kecil dapat menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar.
Keberlanjutan penyaluran kredit program, diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jateng, khususnya melalui penguatan sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
“UMKM yang kuat akan menjadi fondasi ekonomi daerah yang tangguh dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Bud)














