Sleman, Idola 92.6 FM-Sosok satu ini menginisiasi ruang pendidikan non-formal bagi anak-anak kurang mampu sejak tahun 2012. Ia memberikan akses belajar dan pengembangan diri di luar sekolah formal berfokus pada konsep “Bermain Sambil Belajar, Belajar Sambil Bermain.”
Sosok itu adalah Susi Farid (akrab disapa Bu Ayik), pendiri Rumah Belajar Kreatif KAGEM di Jalan Kaliurang KM 10 Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di sini, anak-anak bisa belajar dan bermain untuk pengembangan diri di luar sekolah formal.
Menurut Ayik, ia mendirikan KAGEM setelah mendapat curhatan dari warga di lingkungannya. Dimulai dari taman bacaan, perpustakaan kecil, KAGEM terus berkembang sejak 2011. Dibantu relawan mahasiswa dari kampus-kampus di Yogyakarta, sekitar 400 anak-anak telah belajar di KAGEM.

“Pada awalnya ada 5 orang (relawan, red), dari UGM ada 2 dan UIN ada 3. Hingga sekarang ada hampir 100 relawan,”tutur Bu Ayik kepada radio Idola Semarang, pagi (19/01) tadi.
Ayik menambahkan sejak berdiri 2012 sampai hari ini, tidak pernah “off” meskipun KAGEM adalah komunitas sosial. Tapi kontinu mendampingi anak-anak, termasuk pada saat covid.
Selain bergerak di bidang pendidikan, KAGEM juga mengadakan bakti sosial seperti pembagian bahan pokok dan pasar murah yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu pada bulan Ramadan.
Selengkapnya berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Ibu Susi Farid, pendiri Rumah Belajar Kreatif KAGEM di Jalan Kaliurang KM 10 Kabupaten Sleman DI Yogyakarta. (yes/her)
Simak podcast wawancaranya:














